LOMBOK TENGAH — Ratusan siswa yang mengalami keluhan muntah dan pusing itu dilarikan ke sejumlah puskesmas terdekat. Satgas Pengawasan MBG Lombok Tengah memastikan seluruh korban telah mendapat penanganan medis, dan sebagian besar sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.
Kelima sekolah yang siswanya terdampak adalah SDN Lendang Tampel, SDN Repok Puyung, SDN Beber, MTS Qudwatun Hasanah, dan SDN Mertak Kesambik. Hingga Jumat sore, Satgas belum bisa memastikan penyebab pasti keracunan tersebut.
Menu MBG yang Diduga Memicu Keracunan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa diduga keracunan setelah menyantap menu berisi kulit kebab, buah salak, ayam suwir, nugget, salad selada, dan mentimun. Seluruh sampel makanan telah diamankan petugas Satreskrim Polresta Lombok Tengah.
Kapolresta Lombok Tengah Kombes Hariyanto menyatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meninjau lokasi SPPG. Tim Reskrim dan Inafis sudah mengecek dapur penyalur makanan tersebut.
"Untuk dapurnya sudah ada dari Reskrim dari Inafis sudah ngecek ke sana. Sudah dilakukan olah TKP," kata Hariyanto kepada awak media, Jumat sore.
Polisi belum bisa menyampaikan langkah hukum selanjutnya. Hariyanto memastikan kejadian tersebut masih dalam penanganan dan akan ditindaklanjuti.
SPPG Penyalur Terancam Suspend
Ketua Satgas Program MBG NTB Fathul Gani memastikan SPPG yang menyalurkan makanan kepada 352 siswa tersebut bakal dikenai sanksi. Menurutnya, penghentian sementara diperlukan untuk memulihkan kepercayaan dan kondisi psikologis para penerima manfaat.
"Kalau melihat situasi, otomatis suspend," ujar Fathul Gani ditemui di kantor Gubernur NTB, Jumat.
Durasi suspend masih menunggu keputusan BGN pusat. Fathul menyebut lebih dari 20 SPPG di NTB masuk dalam daftar suspend atau ditutup sementara oleh BGN, tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa.
Berdasarkan asesmen sementara, makanan yang dibagikan tidak mencantumkan batas waktu konsumsi. "Di sana kan harus tertera kapan harus dikonsumsi jam berapa? Jadi di sini tidak ada yang saling menyalahkan," imbuhnya.
BGN Minta Maaf dan Tunggu Hasil Lab BPOM
Kepala Regional BGN NTB Eko Prasetyo menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa, keluarga, dan pihak sekolah yang terdampak. Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada BGN pusat untuk ditindaklanjuti.
"Pertama-tama kami perlu menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, permohonan maaf kepada adik adik, anak anak kita yang terdampak, termasuk para keluarga/wali murid, dan pihak sekolah," kata Eko, Jumat.
BGN masih menunggu hasil laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengetahui penyebab keracunan. Pihaknya berjanji memantau perkembangan di lapangan terkait kejadian ini.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya menyatakan pihaknya masih fokus menangani korban. Ia belum bisa memastikan langkah yang akan diambil terhadap SPPG penyalur MBG tersebut.
"Kami fokus ke penanganan korban dulu. Soal investigasi dan lain-lain nanti ada sesi tersendiri," pungkasnya.