Pencarian

Sekaran Hills Sedayu Purworejo Dibuka, Wisata Perbukitan Milik Warga

Sabtu, 12 September 2026 • 10:32:31 WIB
Sekaran Hills Sedayu Purworejo Dibuka, Wisata Perbukitan Milik Warga
Pengunjung menikmati panorama Perbukitan Menoreh dari gazebo di kawasan Sekaran Hills, Desa Sedayu, Loano, Purworejo.

NUSA TENGGARA BARAT — Berbeda dari banyak tempat wisata yang dibangun investor luar, Sekaran Hills mengusung konsep kepemilikan masyarakat. Warga tidak hanya disiapkan menjadi pekerja, tetapi juga dilibatkan dalam pembangunan dan kepemilikan usaha.

Inisiator Sekaran Hills, Sugeng Pamuji, menyebut gagasan ini berangkat dari keinginan mengurangi kesenjangan ekonomi di Desa Sedayu. Ia menilai pola pengelolaan wisata yang umum berjalan justru menempatkan warga sebagai penonton.

"Kalau tempat wisata lain ada investor datang, kemudian membangun lokasi dan masyarakat hanya sebagai penonton atau pekerja. Kalau di sini konsepnya saya balik. Mayoritas pemilik saham nantinya adalah masyarakat," ujarnya.

Daya Tarik: Panorama Menoreh dari Gazebo Persawahan

Sekaran Hills memanfaatkan kawasan perbukitan dan persawahan di Dusun Krajan. Dari sejumlah gazebo yang sudah berdiri, pengunjung dapat menikmati panorama pegunungan dan hamparan sawah.

Pembangunan awal dilakukan bergotong royong sekitar dua bulan terakhir. Pengembangan dilakukan bertahap dengan tetap mempertahankan karakter alami persawahan.

Fasilitas yang Sudah dan Akan Dibangun

Pada tahap awal, kawasan ini dilengkapi gazebo. Ke depan, pengelola menyiapkan view deck, spot foto, tempat kuliner, hingga area outbound dan berbagai program edukasi.

Tahap berikutnya mencakup pengembangan glamping dan waterpark. Luasan kawasan diproyeksikan berkembang bertahap hingga sekitar satu hektare.

"Intinya pada awal ini kami memanfaatkan segala kemampuan masyarakat di sini untuk mewujudkan ini, dari saung-saungnya sampai programnya," kata Sugeng.

Rangkaian Gebyar Wisata Loano 2026

Peresmian Sekaran Hills menjadi bagian dari Gebyar Wisata Loano yang digelar Jumat-Minggu (11-13/9/2026) di Lapangan Menoreh, Desa Sedayu. Kegiatan dibuka Camat Loano Vivin Suryandari Feriyani, didampingi unsur Muspika dan Pemerintah Desa Sedayu.

Selama tiga hari, rangkaian acara meliputi bazar UMKM, sarasehan wisata, soft launching dan grand launching Sekaran Hills, lomba mewarnai, pertunjukan seni, senam bersama, hingga pementasan kuda lumping.

Bazar UMKM menyediakan sekitar 50 stan. Pesertanya pelaku usaha Desa Sedayu, pedagang Pasar Menoreh, UMKM desa se-Kecamatan Loano, UMKM pinunjul Loano, serta pelaku usaha dari Purworejo dan Kutoarjo.

Program Edukasi dan Pemberdayaan Warga

Ketua panitia sekaligus Kepala MA Riyadlul Muta'allimin, Efrida Noviyanto, menyebut kegiatan ini dipelopori Bagelen Institute untuk mendorong pariwisata Loano Timur.

"Intinya ingin mengembangkan wisata di wilayah Loano Timur, khususnya Kecamatan Loano bagian timur. Dengan adanya kegiatan ini dan juga peresmian Sekaran Hills, diharapkan nanti bisa mengembangkan pariwisata di wilayah Purworejo, khususnya Loano Timur," katanya, Jumat (11/09/2026).

Sarasehan wisata dijadwalkan menghadirkan perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementerian ATR. Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) direncanakan mengikuti kegiatan secara daring.

Sekitar 50 orang ditargetkan terlibat langsung dalam pengelolaan dan aktivitas di kawasan. Salah satu program yang disiapkan adalah Bootcamp Culinary, ruang bagi warga mengembangkan ide kuliner hingga menjadi tenant di kawasan wisata.

Ada pula program Gerakan Nasional Sejuta Wirausaha (GNSW) untuk melatih warga desa di Kecamatan Loano di bidang teknologi internet. "Harapannya dari 20 desa yang ada di Loano nanti ada sekitar 200 orang yang bisa kita latih dan menjadi influencer kami ke depan," jelas Sugeng.

Skema Kepemilikan Saham untuk Warga

Warga yang memiliki modal dapat berpartisipasi lewat kepemilikan saham. Sementara yang tidak memiliki uang tetap bisa berkontribusi melalui bahan seperti kayu dan bambu maupun tenaga.

Nilai kontribusi tersebut direncanakan dikonversikan menjadi bagian kepemilikan. Pengelola juga menyiapkan produk khas berbahan lokal agar menjadi identitas kuliner Sekaran Hills sekaligus mengangkat UMKM Desa Sedayu.

Bagi traveler yang ingin berkunjung, informasi terkini soal jam buka, tarif masuk, dan akses menuju kawasan dapat dikonfirmasi melalui Pemerintah Desa Sedayu atau Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo. Alokasikan waktu setengah hari untuk menikmati panorama dari gazebo, mencicipi kuliner lokal, dan menyusuri area persawahan sekitar.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sorot.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks