TALIWANG — Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menempatkan persoalan sampah bukan sebagai urusan kebersihan semata. Menurutnya, lingkungan hidup adalah bingkai besar yang menaungi semua aktivitas warga, dari kegiatan sehari-hari sampai ekonomi.
"Urusan lingkungan hidup ini adalah urusan yang sangat makro. Makro dalam arti bahwa betapa semua aktivitas kita, aktivitas sehari-hari, aktivitas ekonomi, dan aktivitas lainnya, semuanya berada dalam satu bingkai, yaitu lingkungan hidup," kata Bupati Amar saat membuka Expo Karya bertema "Mengubah Sampah Menjadi Berkah" yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB, Jumat (9/11).
Ia mengingatkan, kelalaian menangani persoalan kecil seperti sampah bisa berakibat fatal jika dibiarkan sejak dini. Karena itu ia meminta seluruh elemen masyarakat membangun kesadaran jangka panjang.
Bank Sampah di Setiap Desa dengan Bantuan Rp150 Juta
Pemda KSB menetapkan sejumlah kebijakan strategis yang mulai berjalan tahun ini. Salah satunya pembentukan bank sampah di setiap desa dengan alokasi bantuan keuangan Rp150 juta.
Pemda juga akan merevitalisasi TPS 3R. Selain itu, pendidikan lingkungan akan masuk ke dalam muatan lokal sekolah mulai tahun ajaran 2027/2028.
Bupati Amar menargetkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat mampu menyaring minimal 30 persen timbulan sampah di tingkat desa sebelum masuk ke fasilitas pengolahan utama pemerintah daerah.
"Bertahap mulai tahun ini kita akan tuntaskan persoalan sampah itu. Dan supaya upaya itu sukses, masyarakat harus turut mendukung langkah-langkah kita ini," harapnya.
Bukan Sekadar Membersihkan Sampah Hari Ini
Bupati menekankan tujuan pengelolaan sampah melampaui pembersihan fisik. Yang dibangun adalah kebiasaan hidup bersih yang bertahan lintas generasi.
"Bukan hanya bagaimana kita membersihkan sampah hari ini, tetapi bagaimana kita membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan untuk generasi yang akan datang," cetusnya.
Ia juga menyinggung soal kesadaran kolektif. Menurutnya, tanpa dukungan warga, kebijakan pengelolaan sampah tidak akan berjalan sesuai target.
7 Sekolah dan 6 Komunitas Terlibat di Expo Karya
Expo Karya yang digelar DLH KSB merupakan rangkaian agenda memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI, Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, dan HUT ke-23 KSB. Kegiatan ini melibatkan tujuh sekolah dan enam komunitas pengelola sampah.
Kepala DLH KSB Aku Nurrahmadin berharap kegiatan tersebut mengubah cara pandang warga terhadap sampah. "Kami berharap dapat mengubah paradigma sampah dari beban menjadi sumber manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat," kata Rahmadin.
Dengan kebijakan bank sampah di tingkat desa, Pemda KSB ingin memastikan sampah tidak langsung menumpuk di fasilitas pengolahan utama. Peran komunitas dan sekolah menjadi bagian dari strategi jangka panjang tersebut.