MATARAM — Deretan tamu negara kini semakin sering singgah di Nusa Tenggara Barat. Setelah 11 duta besar negara sahabat datang, giliran Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree yang mendarat di Lombok. Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyebut kunjungan ini menjadi momentum mengenalkan potensi daerah ke panggung internasional.
Putri Victoria tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Praya, dan langsung didampingi Gubernur Iqbal menuju sejumlah lokasi. Agendanya bukan sekadar kunjungan kehormatan, melainkan meninjau langsung proyek-proyek kolaborasi antara Pemerintah NTB, Swedia, dan UNDP yang telah berjalan pascagempa 2018.
Meninjau Pemulihan Pendidikan dan Kesehatan Pasca-Gempa di Lombok Utara
Di Lombok Utara, rombongan kerajaan menyambangi SMKN 1 Pemenang dan Puskesmas Pemenang. Dua fasilitas publik ini menjadi contoh nyata bagaimana layanan pendidikan dan kesehatan dibangun kembali setelah gempa yang meluluhlantakkan kawasan itu pada 2018 silam.
Putri Victoria juga berdialog dengan petani di Desa Sajang. Pembicaraan difokuskan pada upaya pemulihan sektor pertanian dan perbaikan sistem irigasi yang sempat rusak akibat bencana. “Ini kesempatan kami mengenalkan NTB ke dunia,” kata Iqbal, yang sebelumnya menjabat Duta Besar Indonesia untuk Turki.
Ekonomi Biru dan Asuransi Terumbu Karang Jadi Perhatian
Kunjungan Putri Victoria tidak hanya berhenti pada isu pemulihan bencana. Pewaris takhta Raja Carl XVI Gustaf itu juga melihat langsung bagaimana agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs) diterjemahkan dalam aksi nyata di lapangan oleh pemerintah daerah.
Gubernur Iqbal menjelaskan, delegasi kerajaan diperlihatkan pengembangan ekonomi biru, perlindungan ekosistem pesisir, hingga program asuransi terumbu karang. Inisiatif tersebut dinilai sebagai wujud sinergi antara pengelolaan pariwisata bahari dan pelestarian lingkungan laut.
11 Dubes Hingga Menteri Kanada Pernah Bertamu ke NTB
Kunjungan Putri Victoria memperpanjang daftar tamu internasional di era kepemimpinan Iqbal. Sebelumnya, sebanyak 11 duta besar dari berbagai kawasan telah datang, mulai dari Qatar, Oman, Maroko, Bulgaria, hingga Palestina dan Romania. Para diplomat itu disambut dalam forum yang digagas pemprov untuk membuka peluang kerja sama bilateral.
Pada tahun lalu, Gubernur Iqbal juga menggelar Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS). Acara tersebut dihadiri duta besar dan diplomat dari 27 negara, termasuk Inggris, Tiongkok, Korea Selatan, dan Belanda. Tak berhenti di situ, Menteri Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Sarai, juga pernah bertandang ke daerah ini.
“Kita wujudkan program besar kita, yakni NTB Mendunia,” ujar Iqbal menegaskan komitmennya membuka gerbang daerah bagi investasi dan persahabatan global.