Pencarian

Pemkab Bima Garap 13 Kampung Nelayan Merah Putih, Target Rampung Desember

Rabu, 09 September 2026 • 10:16:01 WIB
Pemkab Bima Garap 13 Kampung Nelayan Merah Putih, Target Rampung Desember
Tiga belas Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Bima mulai dikerjakan dan ditargetkan rampung pada Desember 2025.

BIMA — Sebanyak 13 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Bima resmi masuk tahap pembangunan. Proyek strategis nasional itu ditargetkan rampung seluruhnya pada Desember mendatang, sementara tiga lokasi lain masih menunggu penetapan pemerintah pusat.

Kepastian 13 lokasi itu menjadi perkembangan terbaru setelah sebelumnya Pemkab Bima mengusulkan 16 desa untuk program KNMP. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima, Tajuddin, mengatakan pekerjaan fisik di lokasi yang sudah pasti itu kini mulai berjalan.

Yang mengerjakan langsung penunjukan dari pusat

Menurut Tajuddin, pelaksanaan pembangunan 13 KNMP menjadi kewenangan pemerintah pusat, termasuk penunjukan pelaksana di lapangan. "Yang mengerjakan itu langsung penunjukan dari pusat," katanya, Selasa (8/9).

Dia memastikan seluruh pembangunan di 13 titik itu akan selesai sebelum akhir tahun. "Iya, sudah mulai ada pengerjaan. Desember sudah selesai semua," ujarnya.

Tiga lokasi masih menunggu penetapan pusat

Adapun tiga desa yang belum dipastikan masuk tahap pembangunan berada di Piong, Kecamatan Sanggar; Sangiang, Kecamatan Sape; dan Lambu. Tajuddin menyebut ketiga lokasi tersebut sebenarnya telah melalui survei, namun belum dapat dilanjutkan karena masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemkab Bima mengusulkan 16 desa untuk masuk program KNMP. Dari jumlah itu, baru 13 lokasi yang dipastikan masuk program pembangunan tahun ini. "Yang sudah pasti ini baru 13 lokasi," sebutnya.

Anggaran per kampung bervariasi hingga Rp25 miliar

Tajuddin menjelaskan, pembangunan KNMP di 13 lokasi tersebut dilakukan dari awal, bukan sekadar meningkatkan fasilitas yang sudah ada. Kebutuhan anggaran masing-masing lokasi juga berbeda karena menyesuaikan jenis pekerjaan dan kondisi kawasan.

Kebutuhan pembangunan satu KNMP diperkirakan sekitar Rp20 miliar hingga Rp25 miliar. Namun, besaran tersebut tidak dapat dijadikan patokan untuk seluruh lokasi, mengingat jenis dan volume pekerjaan di setiap kawasan berbeda-beda.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks