Pencarian

9 Hari Pascakebakaran, Anak-Anak Sade Mulai Kembali ke Sekolah, TP PKK NTB Ingatkan Bahaya Area Bekas Kebakaran

Kamis, 03 September 2026 • 14:46:31 WIB
9 Hari Pascakebakaran, Anak-Anak Sade Mulai Kembali ke Sekolah, TP PKK NTB Ingatkan Bahaya Area Bekas Kebakaran
Anak-anak Dusun Sade kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari kesembilan pascakebakaran permukiman warga.

LOMBOK TENGAH — Aktivitas belajar mengajar di Dusun Sade mulai menggeliat lagi pada hari kesembilan pascakebakaran yang menghanguskan permukiman warga. Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M. Iqbal, mengapresiasi semangat anak-anak yang telah kembali ke sekolah dan meminta para orang tua untuk menjaga ritme pendidikan tersebut.

"Mulai sekarang ibu-ibu sudah harus belajar hidup dengan lebih normal, dengan kondisi yang tidak normal. Hidup senormal mungkin di kondisi yang tidak kita harapkan," ujar Sinta saat berdialog dengan para ibu dalam kegiatan bertajuk "Merujak Bersama Ibu Sinta" di Sade, Rabu (2/9/2026).

Menurut Sinta, pemulihan pascakebakaran tidak cukup hanya dengan membangun ulang fisik rumah. Aspek sosial dan pendidikan keluarga harus berjalan beriringan agar warga dapat bangkit secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa orang tua memegang peran kunci dalam masa transisi ini, terutama dalam mengembalikan rutinitas anak.

Anak Dilarang Kembali Berjualan Saat Jam Belajar

Sinta secara khusus meminta para orang tua untuk tidak membiarkan anak-anak meninggalkan sekolah demi kembali berjualan di area wisata. Menurutnya, kondisi pascakebakaran tidak boleh menjadi alasan pendidikan anak terabaikan.

"Kalau anak harus belajar, berikan waktu untuk belajar. Kalau diberikan handphone, atur juga waktunya," tegasnya dalam pertemuan yang juga dihadiri sejumlah ibu rumah tangga tersebut.

Ia juga mengingatkan para ibu untuk mengurangi kebiasaan memberikan gawai atau jajanan sebagai bentuk perhatian. Sinta menyarankan agar perhatian tersebut dialihkan pada hal yang lebih mendidik. "Ganti ciki dan cokelat dengan buku atau alat mewarnai. Itu bukan bonding antara ibu dan anak," katanya menambahkan.

Ancaman Kesehatan di Area Bekas Kebakaran

Sinta menyoroti bahaya yang masih mengintai anak-anak di lingkungan hunian baru. Area bekas kebakaran yang belum sepenuhnya bersih menyisakan debu, besi, pecahan kaca, serta material lain yang berpotensi membahayakan keselamatan dan kesehatan anak.

"Jangan sampai anak sudah sehat dari musibah kebakaran, tetapi kemudian terkena infeksi karena bermain di lokasi yang belum aman," ujar Sinta.

Ia menegaskan pentingnya pengawasan orang tua agar anak-anak tidak bermain di lokasi bekas kebakaran hingga proses pembersihan dan pembangunan hunian baru tuntas dilakukan.

Menjaga Tradisi Kebersihan di Hunian Baru

Selain pendidikan dan keselamatan, Sinta juga mengingatkan warga untuk mempertahankan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan yang selama ini menjadi ciri khas Desa Sade. Pemerintah daerah telah menyiapkan tempat sampah di kawasan hunian baru agar kebiasaan baik tersebut dapat terus berlanjut.

"Desa Sade ini kemarin bersih sekali. Kebiasaan itu harus terus dijaga," tuturnya.

Ia menuturkan bahwa pembangunan kembali permukiman harus dibarengi dengan perhatian pada pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat. "Kita ingin mulai kehidupan baru ini dengan niat dan semangat baru untuk memperbaiki masyarakat Sade ke depannya," pungkas Sinta.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks