Pencarian

Usaha Pemecahan Kemiri di Desa Tanak Bengan Lombok Tengah Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Senin, 07 September 2026 • 23:46:02 WIB
Usaha Pemecahan Kemiri di Desa Tanak Bengan Lombok Tengah Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Warga memecahkan kemiri secara manual di Desa Tanak Bengan, Lombok Tengah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

PRAYA — Di tengah terbatasnya lapangan kerja formal, usaha pemecahan kemiri di Desa Tanak Bengan, Lombok Tengah, hadir sebagai penopang ekonomi keluarga. Aktivitas ini tidak memerlukan modal besar dan bisa dikerjakan dari rumah masing-masing.

Fatimah, salah seorang pekerja pemecah kemiri, mengaku usaha ini sangat membantu memenuhi kebutuhan dapur keluarganya. Baginya, fleksibilitas waktu menjadi nilai lebih yang tidak ditemukan di pekerjaan lain.

”Saya merasa terbantu dengan pekerjaan ini karena bisa kita lakukan di rumah,” ujar Fatimah, Senin (7/9/2026).

Bahan Baku dari Perkebunan hingga Proses Sortir Biji

Bahan baku kemiri didapatkan dari hasil perkebunan sendiri atau dibeli dari pemasok. Setelah terkumpul, kemiri yang masih utuh dengan cangkangnya dipecahkan menggunakan alat sederhana untuk memisahkan kulit keras dari biji di dalamnya.

Prosesnya tidak berhenti di situ. Biji yang sudah keluar dari cangkang kemudian dikumpulkan dan disortir berdasarkan kondisinya. Biji utuh dengan kualitas baik dipisahkan dari biji yang pecah atau rusak sebelum akhirnya dijual.

Kendala Pengusaha: Bahan Baku hingga Harga yang Fluktuatif

Di balik manfaat ekonomi yang dirasakan warga, seorang pengusaha pemecahan kemiri yang enggan disebutkan namanya membeberkan sejumlah kendala. Ketersediaan bahan baku menjadi persoalan utama yang kerap menghambat kelancaran produksi.

Selain itu, perubahan harga kemiri di pasaran juga menjadi tantangan tersendiri. Proses produksi yang masih sangat bergantung pada tenaga manusia membuat skala usaha sulit ditingkatkan secara signifikan dalam waktu singkat.

“Kualitas biji kemiri juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi nilai jual produk,” katanya.

Kualitas Biji Penentu Nilai Jual di Pasaran

Pengusaha tersebut menegaskan bahwa menjaga kualitas biji adalah kunci utama agar produk laku dengan harga pantas. Biji yang utuh, bersih, dan kering tentu memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan biji pecah atau berjamur.

Karena itu, proses sortir yang teliti menjadi tahapan yang tidak boleh dilewatkan. Kesalahan dalam memilah kualitas bisa berujung pada turunnya harga jual dan merugikan pendapatan keluarga yang menggantungkan hidup pada usaha ini.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mataramradio.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks