Pencarian

Ketua DPRD NTB Dorong Warga Bangun Sendiri Rumah Adat Sade yang Terbakar, Pemerintah Cukup Siapkan Bahan

Jumat, 28 Agustus 2026 • 09:16:01 WIB
Ketua DPRD NTB Dorong Warga Bangun Sendiri Rumah Adat Sade yang Terbakar, Pemerintah Cukup Siapkan Bahan
Ketua DPRD NTB mendorong pembangunan kembali rumah adat Sade diserahkan kepada warga dengan pemerintah menyediakan bahan material.

MATARAM — Ratusan rumah adat di Dusun Sade, Desa Rambitan, Lombok Tengah, hangus dilalap api. Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Ruapaeda, mendorong agar pembangunan kembali rumah-rumah adat tersebut diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat setempat, dengan pemerintah hanya menyediakan bahan material. Usulan ini muncul setelah ia berdialog langsung dengan warga korban kebakaran pada Kamis (27/8).

Baiq Isvie yang turun ke lokasi didampingi Wakil Ketua, pimpinan Komisi, dan Fraksi DPRD NTB ini menyebut warga mengaku ingin segera kembali menempati rumah mereka. "Ya mereka (warga) menyampaikan ingin cepat-cepat kembali. Karena itu kami dari DPRD mendorong agar pemerintah segera mempercepat proses penambangan kembali rumah-rumah warga," ujarnya di sela-sela kunjungan.

Konsep Rumah Adat Lebih Dipahami Warga Sendiri

Politisi Partai Golkar itu menilai pembangunan rumah adat tidak seharusnya melibatkan arsitek dari luar. Menurutnya, masyarakat Sade adalah pihak yang paling memahami konsep dan filosofi rumah adat suku Sasak.

"Saya kira pemerintah cukup siapkan dan sediakan bahan-bahannya. Nanti masyarakat sendiri yang membangun. Karena yang lebih tahu konsepnya ya mereka sendiri, kalau pakai arsitek luar nanti belum tentu sesuai," tegas Isvie.

Warga juga disebut memiliki kebutuhan agar rumah yang dibangun nantinya bisa langsung difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus ruang usaha. "Masyarakat memang meminta segera dilakukan pembangunan. Tapi mereka mau buat sesuai dengan konsep sendiri, karena mereka mau rumah yang langsung bisa dipakai untuk berjualan juga," ungkapnya.

Komunikasi dan Mitigasi Bencana Jadi Kunci

Meski mendesak, Isvie mengingatkan masyarakat agar tetap bersabar. Ia menekankan bahwa proses pembangunan kembali membutuhkan perencanaan matang dan waktu yang tidak singkat.

"Tentu pemerintah harus mendengarkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Begitu juga sebaliknya masyarakat juga harus bisa memahami, tidak bisa serta merta langsung dilakukan pembangunan. Karena itu saya kira harus ada kompromi (komunikasi) yang baik antara pemerintah dengan masyarakat," kata Isvie.

Di luar persoalan desain dan konsep, Isvie menyoroti pentingnya aspek mitigasi bencana dalam setiap proses pembangunan. Menurutnya, rumah adat Sade ke depan harus lebih sigap dalam mengantisipasi potensi kebakaran serupa.

"Yang paling penting dari itu adalah mitigasi bencananya," tekan Isvie.

Untuk memastikan kepastian bagi warga, Isvie menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait. Langkah ini diambil agar proses rehabilitasi Dusun Adat Sade bisa segera dimulai dan berjalan lancar.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: globalfmlombok.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks