Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan berkedok rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026. Berbagai unggahan di media sosial menawarkan pendaftaran dengan tautan yang diklaim resmi, padahal mengarahkan korban ke formulir digital yang meminta data pribadi sensitif.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menyatakan pemerintah belum menetapkan jadwal pasti pendaftaran CPNS 2026. Saat ini, instansinya masih menghitung total kebutuhan pegawai beserta kecukupan anggaran negara.
Modus Tautan Palsu Dinas Perhubungan
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan Facebook pada 25 Agustus 2026 yang mengklaim membuka pendaftaran CPNS Dinas Perhubungan. Unggahan tersebut memuat ajakan untuk mengklik tautan di bio profil yang kemudian mengarahkan pada halaman situs berisi formulir digital.
Formulir tersebut meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Praktik ini merupakan modus umum pencurian data, bukan proses pendaftaran resmi aparatur sipil negara.
Hoaks Formasi CPNS Kejaksaan 4.770
Informasi palsu lain beredar pada 18 Agustus 2026 melalui akun Facebook yang mengumumkan pendaftaran CPNS Kejaksaan dengan total formasi 4.770. Narasi tersebut menyebutkan pendaftaran dibuka pada 18 Agustus hingga 1 September 2026.
Unggahan itu juga mencantumkan syarat umum seperti lulusan SMA hingga S3 serta usia minimal 18 tahun. Pelamar diarahkan untuk mengirim pesan pribadi guna mendapatkan informasi lebih lanjut, sebuah pola yang tidak lazim dalam rekrutmen pemerintah.
Video Manipulasi Menteri PANRB
Pada 4 Agustus 2026, sebuah akun Facebook membagikan video yang diklaim memperlihatkan Menteri PANRB Rini Widyantini mengumumkan pendaftaran CPNS 2026 resmi dibuka. Video tersebut disertai narasi tentang formasi umum dan tahapan seleksi.
Setelah ditelusuri, unggahan tersebut merupakan konten manipulatif. Sama seperti modus sebelumnya, tautan di bio profil mengarahkan korban ke formulir digital yang meminta identitas pribadi sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.
Langkah Aman Menghindari Penipuan
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk hanya mengakses informasi resmi melalui situs instansi terkait. Setiap pengumuman rekrutmen ASN selalu dipublikasikan melalui kanal resmi seperti sscasn.bkn.go.id atau portal kementerian/lembaga yang bersangkutan.
Jika menemukan informasi pendaftaran CPNS 2026 yang mencurigakan, segera laporkan ke kanal aduan resmi. Jangan pernah memberikan data pribadi seperti nomor KTP, nomor Telegram, atau dokumen lainnya kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.
Verifikasi kebenaran informasi dapat dilakukan melalui layanan cek fakta Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id atau chatbot WhatsApp di 0811-9787-670.
Tetap tenang dan teliti sebelum mengambil tindakan. Jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026 akan diumumkan pemerintah melalui kanal komunikasi resmi, bukan melalui tautan di media sosial.