MATARAM — Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB bersama Kantor Regional BKN Mataram resmi menggelar Program Profiling ASN (Pro ASN) Tahun 2026. Program ini dirancang untuk membaca kapasitas, karakteristik, dan potensi setiap aparatur secara objektif dan terukur, sebuah langkah strategis dalam mereformasi tata kelola sumber daya manusia pemerintahan.
Kegiatan yang berlangsung di UPSCPKP ASN BKN Mataram ini dibuka langsung oleh Kepala UPSCPKP ASN BKN Mataram, Waisul Qorni, bersama Kepala BKD Provinsi NTB, Tri Budiprayitno. Pelaksanaan Pro ASN ini mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 6 Tahun 2026 tentang percepatan penerapan manajemen talenta instansi pemerintah.
Data Jadi Acuan Karier dan Mutasi Pegawai
Hasil profiling ini bukan sekadar dokumen administrasi. Data yang terkumpul akan menjadi instrumen krusial dalam pengelolaan aparatur, mulai dari perencanaan karier, pengembangan kompetensi, hingga mutasi dan penempatan pegawai. Prinsip sistem merit menjadi pegangan utama, di mana jabatan diisi berdasarkan kapasitas individu, bukan faktor lain.
“Melalui pemetaan yang objektif, kita ingin memastikan setiap ASN memiliki ruang untuk berkembang dan dapat memberikan kontribusi terbaik sesuai kompetensi serta kebutuhan organisasi,” demikian semangat yang dibangun Pemprov NTB dalam penerapan manajemen talenta.
Menyiapkan Kader Pemimpin Masa Depan NTB
Langkah ini dinilai krusial dalam menyiapkan kader-kader kepemimpinan birokrasi di masa depan. Dengan peta talenta yang akurat, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi aparatur berpotensi tinggi sejak dini dan mempersiapkan mereka untuk mengisi posisi-posisi strategis. Hal ini sejalan dengan target mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan adaptif.
Ke depannya, ketersediaan ASN yang kompeten dan ditempatkan secara tepat diyakini menjadi faktor kunci dalam memperkuat kualitas pelayanan publik. Pro ASN 2026 menjadi fondasi bagi birokrasi NTB yang lebih berbasis data dan merit, menemukan talenta terbaik untuk mendukung visi NTB Makmur Mendunia serta pencapaian Asta Cita pembangunan nasional.