NUSA TENGGARA BARAT — Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memimpin forum evaluasi yang melibatkan kementerian/lembaga, investor, penyedia jasa konstruksi, serta manajemen konstruksi induk di Multifunction Hall, Gedung Kemenko 1, KIPP IKN. Basuki menekankan tiga pilar utama pembangunan—kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan—harus tetap menjadi pegangan di tengah percepatan.
Keselamatan Kerja dan Tiga Skema Pembiayaan
“K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman,” kata Basuki dalam pernyataan yang dikutip Kamis (16/7/2026). Target 2028 disebut sebagai batas akhir transformasi IKN menjadi pusat pemerintahan.
Pembangunan Tahap II didanai melalui tiga skema: APBN yang dikelola kementerian/lembaga, APBN lewat mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta. Masing-masing skema memiliki progres dan tantangan tersendiri di lapangan.
Progres Kementerian PUPR: 78 dari 90 Paket Rampung
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tercatat menangani 90 paket pekerjaan fisik. Sebanyak 78 paket telah selesai, sementara 12 paket masih dalam konstruksi. Proyek yang sedang dikerjakan antara lain Jalan Tol IKN, duplikasi Jembatan Pulau Balang bentang pendek, serta sejumlah jalan pendukung di kawasan inti.
Adapun Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan. Sebelas paket telah rampung, dan satu paket masih berjalan berupa pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi untuk penataan kawasan.
Investasi Swasta: 67 PKS Teken, Enam Proyek Masuk Tahap Konstruksi
Dari skema investasi swasta, sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Sembilan proyek dinyatakan selesai, sedangkan enam proyek tengah memasuki tahap konstruksi. Proyek yang sedang dibangun meliputi Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, apartemen PT Star Bright International Investment, kawasan campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan apartemen PT Dian Jaya Indonesia.
Skema KPBU: 108 Rumah Tapak dan Delapan Menara Rusun Segera Dibangun
Melalui skema KPBU, terdapat 13 proyek prakarsa yang terdiri dari tujuh proyek sektor hunian dan enam proyek sektor jalan. Dalam waktu dekat, pembangunan 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk serta delapan menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya akan memasuki tahap konstruksi. Forum evaluasi juga membahas kendala di lapangan serta penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan agar seluruh proyek berjalan selaras.