MATARAM — Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi juga penguat keimanan dan persaudaraan antarwarga di Kota Mataram. Hal ini mengemuka dalam ucapan resmi yang disampaikan pimpinan dan anggota DPRD setempat menyambut 12 Rabiul Awal 1448 H/2026 Masehi.
Dalam pernyataannya, DPRD Kota Mataram mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Ajakan ini dinilai relevan di tengah dinamika sosial yang membutuhkan keteladanan dan nilai-nilai kebersamaan.
Menjadikan Akhlak Nabi sebagai Pedoman Hidup
"Mari jadikan akhlak mulia beliau sebagai pelita dan pedoman hidup," demikian bunyi pesan yang disampaikan oleh pimpinan beserta segenap anggota DPRD Kota Mataram.
Pesan tersebut menegaskan bahwa peringatan Maulid bukan hanya tentang sejarah, melainkan juga relevansinya dengan kehidupan modern. Nilai-nilai kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial yang diajarkan Rasulullah dinilai penting untuk diimplementasikan dalam interaksi sehari-hari di lingkungan masyarakat.
Mempererat Persaudaraan di Tengah Keberagaman
Melalui momen ini, DPRD Kota Mataram berharap peringatan Maulid Nabi dapat memperkuat keimanan sekaligus mempererat tali persaudaraan. Harapan ini sejalan dengan karakteristik masyarakat Kota Mataram yang plural dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Nusa Tenggara Barat umumnya diwarnai dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pembacaan shalawat, ceramah agama, hingga kegiatan sosial yang melibatkan warga. Berbagai kegiatan ini menjadi wadah nyata untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam aksi kebersamaan.
DPRD Kota Mataram juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi diri. Dengan meneladani akhlak Nabi, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih harmonis, saling menghormati, dan penuh kedamaian di wilayah Kota Mataram.