Pencarian

Proyek Hu'u Dompu NTB Diklaim Punya Cadangan Emas Melebihi Freeport, Eksplorasi Sudah 28 Tahun

Senin, 24 Agustus 2026 • 14:01:31 WIB
Proyek Hu'u Dompu NTB Diklaim Punya Cadangan Emas Melebihi Freeport, Eksplorasi Sudah 28 Tahun
Suasana area eksplorasi tambang emas Proyek Hu'u di Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang dikelola PT Sumbawa Timur Mining (STM).

DOMPU — Potensi tambang emas di Pulau Sumbawa kembali mencuat ke permukaan. Proyek Hu'u yang digarap PT Sumbawa Timur Mining (STM) di Kabupaten Dompu dinilai memiliki sumber daya mineral yang bisa menggeser posisi Freeport sebagai pemegang cadangan emas terbesar di Indonesia.

Irwandy Arif mengungkapkan, wilayah NTB masih menyimpan potensi besar yang belum tergarap maksimal. "Potensinya masih banyak sekali. Di Nusa Tenggara Barat. Yang kita kenal dengan Sumbawa Timur Mining. Bisa-bisa cadangannya melebihi cadangan Freeport," ujarnya dalam acara Mindialogue 2026 di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Eksplorasi 28 Tahun di Tambang Onto

PT STM merupakan pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 yang ditandatangani dengan Pemerintah Indonesia pada 19 Februari 1998. Artinya, perusahaan sudah 28 tahun melakukan pencarian "harta karun" emas di tambang Onto, Kecamatan Hu'u.

Kegiatan eksplorasi besar-besaran baru dimulai pada 2010. Hingga 2021, proyek ini setidaknya telah menyerap investasi US$ 200 juta. Presiden Direktur STM Bede Evans menyebut tim engineering terus mengembangkan opsi agar Proyek Hu'u bisa menjadi operasi penambangan.

Kandungan Tembaga dan Emas di Deposit Onto

Berdasarkan pengumuman publik terakhir pada 2022, sumber daya mineral tertunjuk di deposit Onto tercatat mencapai 1,1 miliar ton. Setiap ton material mengandung 0,93% tembaga (Cu) dan 0,56 gram emas (Au).

Adapun sumber daya mineral tereka tercatat sebesar 0,96 miliar ton, dengan kandungan 0,87% tembaga dan 0,44 gram emas per tonnya. Angka ini menjadi dasar optimisme bahwa cadangan emas Hu'u bisa melampaui milik PTFI.

Pemegang Saham dan Struktur Perusahaan

Saham STM mayoritas dimiliki oleh Vale S.A. sebesar 80% melalui Eastern Star Resources Pty Ltd. Sisanya, 20%, dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Irwandy menambahkan, jalur mineralisasi di NTB sebenarnya sudah teridentifikasi sejak lama. "Dan di jalur itu juga sama. Kita sudah bisa mengidentifikasi padahal dulu itu, jalurnya sudah ketahuan," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan Proyek Hu'u akan memasuki tahap konstruksi. STM masih mematangkan berbagai opsi pengembangan tambang yang berlokasi di pesisir selatan Pulau Sumbawa itu.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: matahukum.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks