NUSA TENGGARA BARAT — Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengonfirmasi kabar duka ini tanpa menyebutkan penyebab kematian. "Kami terkejut dan sangat sedih. Bersama Rob, kami kehilangan wasit yang berharga, tetapi di atas segalanya, rekan yang baik dan berdedikasi," demikian pernyataan resmi KNVB.
Dicoret dari Piala Dunia Usai Tuduhan yang Gagal Dibuktikan
Dieperink sebelumnya terpilih sebagai bagian panel asisten wasit video (VAR) untuk Piala Dunia 2026. Posisinya dicabut pada Mei lalu setelah ia ditangkap Kepolisian Metropolitan London pada bulan sebelumnya.
Penangkapan itu terjadi saat Dieperink berada di London untuk memimpin laga Conference League antara Crystal Palace dan Fiorentina. Setelah penyelidikan, kasus tersebut dihentikan karena kurangnya bukti.
"Saya Sangat Terluka Dituduh Secara Salah"
Dalam wawancara dengan De Telegraaf, Dieperink mengungkapkan kekecewaannya. "Sangat menyedihkan saya dituduh secara salah. Sejak awal, saya bekerja sama penuh dalam penyelidikan polisi dan segera memberikan keterangan terbuka kepada FIFA, UEFA, dan KNVB," ujarnya.
Ia juga berterima kasih atas dukungan KNVB. "Sayang sekali FIFA memutuskan untuk tidak menunjuk saya lagi untuk Piala Dunia. Tentu saja saya kecewa," tambahnya.
Kontras: Liverpool Sambut Andoni Iraola, Sunderland Buru Winger Roma
Di sisi lain, bursa transfer dan persiapan Piala Dunia tetap berjalan. Andoni Iraola resmi diperkenalkan sebagai manajer Liverpool. Mantan bos Bournemouth itu menggantikan Arne Slot yang dipecat setahun setelah membawa Liverpool juara Premier League. "Saya ingin menikmati 'sihir' menjadi manajer Liverpool, tetapi saya bertekad untuk tidak berubah secara fundamental," kata Iraola dalam konferensi pers perdananya.
Sementara itu, Sunderland dan Fulham bersaing merekrut bek sayap kanan Roma, Matías Soulé. Pemain berusia 23 tahun asal Argentina itu dijadwalkan berbicara dengan kedua klub dan sudah mengenal direktur sepak bola Sunderland, Florent Ghisolfi, dari masa kerja eksekutif tersebut di Roma.
Spanyol Bersiap Hadapi "Empat Penunggang Kiamat"
Menjelang semifinal Piala Dunia, Spanyol bersiap menghadapi lawan berat. Bek sayap Pedro Porro mengomentari perannya melawan serangan lawan yang ia sebut sebagai "empat penunggang kiamat". "Itu tergantung pada permainan," ujar Porro. Ia juga mengingat momen saat melawan Belgia, di mana ia hanya bisa menyerang sekali dan berujung gol. "Saya hanya bisa menyerang sekali, overlapping dengan Lamine... dan itulah golnya," katanya sambil tersenyum.