Pencarian

Chrome Rilis Peringatan Dua Tingkat untuk Deteksi Situs Palsu

Jumat, 23 Oktober 2026 • 15:34:01 WIB
Chrome Rilis Peringatan Dua Tingkat untuk Deteksi Situs Palsu
Google memperbarui Chrome dengan peringatan dua tingkat di Safe Browsing untuk membedakan situs mencurigakan dan berbahaya.

NUSA TENGGARA BARAT — Google memperbarui Chrome dengan sistem peringatan dua kategori yang membedakan situs mencurigakan dan situs berbahaya, tersedia lewat mode Enhanced Protection di Safe Browsing. Pembaruan ini juga memperluas deteksi penipuan berbasis model Gemini yang berjalan di server, mencakup antivirus palsu hingga notifikasi pembaruan browser palsu. Bagi pengguna Indonesia yang aktif bertransaksi lewat browser, lapisan perlindungan tambahan ini relevan di tengah maraknya phishing dan rekayasa sosial.

Google menuliskan pengumuman pembaruan keamanan Chrome di laman resminya pada Selasa (20/10). Perusahaan menyebut sistem perlindungannya ikut berkembang mengikuti perubahan taktik penipuan daring dan rekayasa sosial (social engineering).

Apa yang Berubah di Safe Browsing

Chrome kini membagi peringatan keamanan situs menjadi dua kategori selama mode Enhanced Protection aktif. Kategori pertama adalah situs mencurigakan, yakni laman yang menunjukkan pola penipuan tetapi tingkat keyakinan sistem terhadap hasil deteksinya masih lebih rendah.

Kategori kedua adalah situs berbahaya, laman yang terdeteksi dengan keyakinan tinggi sebagai sumber kerugian bagi pengguna. Untuk situs berisiko tinggi, Chrome menampilkan peringatan merah yang memenuhi layar.

Pembedaan ini berlaku pada format, ikonografi, warna, dan teks peringatan. Tujuannya agar pengguna bisa cepat memahami situasi dan menentukan pilihan sesuai konteks.

Peran Gemini dalam Deteksi Penipuan

Chrome memperluas perlindungan berbasis Gemini kepada seluruh pengguna yang mengaktifkan Enhanced Protection. Sebelumnya, integrasi Gemini berjalan langsung di perangkat dan hanya menjangkau perangkat yang mendukung.

Kini model Gemini yang lebih canggih berjalan di server. Chrome menyebut cakupan deteksi bertambah, termasuk penggunaan antivirus palsu dan notifikasi pembaruan browser palsu.

Gemini menganalisis konten halaman untuk mengidentifikasi sejumlah indikator: merek yang dipakai, tujuan halaman, dan tingkat kemungkinan laman tersebut merupakan penipuan. Hasilnya dikombinasikan dengan reputasi domain serta sinyal keamanan lain oleh Safe Browsing.

Bagaimana Data Pengguna Diperlakukan

Google menegaskan Chrome membatasi pengiriman data ke server. Analisis teks halaman hanya dijalankan ketika sebuah situs menunjukkan indikasi penipuan dengan tingkat keyakinan tinggi.

Konten halaman yang dikirim dari perangkat diproses sementara. Data itu tidak dicatat dalam log, tidak disimpan, dan tidak digunakan untuk melatih model AI.

Melawan Teknik ClickFix

Chrome juga memperkuat perlindungan terhadap teknik rekayasa sosial bernama ClickFix. Teknik ini menipu pengguna agar menyalin dan menjalankan perintah berbahaya dengan dalih memperbaiki masalah tertentu.

Korban diarahkan menempelkan perintah yang memicu pengunduhan maupun pemasangan malware. Perintah tersebut kerap memanfaatkan PowerShell atau cmd.exe, alat bawaan sistem operasi yang legal tetapi disalahgunakan.

Karena dijalankan lewat terminal dan bukan peramban, proses ini lolos dari perlindungan pengunduhan Chrome dan Safe Browsing. Chrome kini dapat mendeteksi ketika pengguna Enhanced Protection tertipu menyalin perintah mencurigakan.

Jika sistem menemukan indikasi skrip ClickFix, data pada clipboard dibersihkan dari informasi identitas pribadi sebelum dikirim ke Safe Browsing untuk dianalisis lebih lanjut.

Jejak Panjang Enhanced Protection

Chrome mengenalkan Safe Browsing untuk menghadapi ancaman siber yang makin canggih pada 2020. Setelah itu, peramban menambahkan sejumlah fitur Enhanced Protection yang diklaim melindungi pengguna dari phishing, rekayasa sosial, hingga penyalahgunaan notifikasi.

Pengguna yang ingin memakai peringatan dua tingkat dan deteksi Gemini perlu mengaktifkan Enhanced Protection di pengaturan Safe Browsing Chrome. Opsi ini tersedia di desktop maupun versi mobile Chrome.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks