NUSA TENGGARA BARAT — Dua gerai Apple di Bordeaux dan Lille dikuras massa dalam kerusuhan demo nasional Prancis, dengan sekitar 1.200 orang ditangkap dan jumlah demonstran diperkirakan 550.000 hingga 800.000. Produk display yang dijarah disebut terkunci mati begitu keluar dari jangkauan Wi-Fi toko. Kerusuhan bermula dari protes soal sekolah penuh sesak dan kekurangan tenaga pengajar.
Gelombang protes nasional di Prancis berujung pada penjarahan sejumlah gerai ritel mewah. Selain Apple, toko Louis Vuitton di Bordeaux dan butik Hermès di Marseille ikut disatroni massa, sementara gedung pemerintah dan kendaraan dibakar di beberapa kota.
Rekaman yang beredar memperlihatkan satu gerai Apple nyaris kosong, dengan seorang penjarah terlihat membawa iMac keluar dari toko. Kerusakan properti dan penjarahan terjadi di tengah demonstrasi yang menuntut perbaikan kondisi sekolah.
Gerai Apple Mana Saja yang Disatroni
Menurut laporan yang dihimpun, massa membobol gerai Apple di Bordeaux dan satu lokasi lain di Lille. Dua kota itu menjadi titik penjarahan ritel paling mencolok selain Marseille.
Selain Apple, Louis Vuitton di Bordeaux dan Hermès di Marseille menjadi sasaran. Sejumlah bangunan pemerintah dan kantor instansi juga mengalami kerusakan akibat aksi massa.
Produk Display Dikunci Permanen Usai Keluar Toko
Barang yang diambil dari gerai Apple bukanlah perangkat siap pakai. Unit display di toko dikonfigurasi dengan mekanisme penguncian yang membuat perangkat tidak bisa difungsikan begitu terputus dari jaringan Wi-Fi toko.
Setelah keluar dari jangkauan jaringan, perangkat hanya akan merespons fitur Find My. Artinya, hasil jarahan itu tidak bisa dipakai sebagai iPhone, iPad, atau Mac normal, dan justru memudahkan pelacakan lokasi perangkat.
Skala Kerusuhan dan Korban Penangkapan
Otoritas mencatat sekitar 1.200 orang ditangkap dalam gelombang kerusuhan ini. Estimasi jumlah peserta demonstrasi berkisar antara 550.000 hingga 800.000 orang di seluruh Prancis.
Selain penjarahan, massa membakar kendaraan dan merusak sejumlah fasilitas publik. Kerugian material akibat aksi tersebut belum dirinci secara resmi.
Sikap Presiden Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam kekerasan dan pencurian yang terjadi. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi kekerasan di republik dan berjanji memastikan pelaku diproses serta dihukum.
"There is no room for violence in our Republic," ujar Macron, dikutip dari pernyataannya soal kerusuhan tersebut.
Latar Belakang Protes
Unjuk rasa bermula dari keluhan soal sekolah yang kelebihan murid dengan jumlah tenaga pengajar yang dinilai tidak memadai. Tuntutan itu kemudian meluas menjadi gelombang protes nasional yang berlangsung ricuh di banyak kota.
Bagi pengguna Apple di Indonesia, insiden ini tidak berdampak langsung pada ketersediaan produk maupun layanan resmi. Kasus ini lebih relevan sebagai gambaran bagaimana sistem keamanan perangkat display bekerja saat menghadapi pencurian.