Pencarian

TOP Human Capital Awards 2026 Soroti Pengelolaan SDM Berbasis AI

Kamis, 22 Oktober 2026 • 10:34:01 WIB
TOP Human Capital Awards 2026 Soroti Pengelolaan SDM Berbasis AI
Ketua Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2026, Prof. Dr. Budi Widjaya Soetjipto, menyampaikan keynote speech dalam webinar bertema "Unlocking Human Potential for Sustainable Business Excellence", Kamis (22/10/2026).

NUSA TENGGARA BARAT — Pengelolaan human capital berbasis teknologi dan kecerdasan buatan dinilai perlu tetap menempatkan manusia sebagai pertimbangan utama dalam setiap keputusan yang berdampak pada karyawan. Pandangan itu disampaikan Ketua Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2026, Prof. Dr. Budi Widjaya Soetjipto, dalam webinar bertema "Unlocking Human Potential for Sustainable Business Excellence", Kamis (22/10/2026). Acara ini menjadi rangkaian menuju puncak penghargaan yang dijadwalkan digelar 29 Oktober 2026 di Hotel Raffles, Jakarta.

Budi Widjaya Soetjipto menegaskan, pemanfaatan teknologi digital dan AI memang bisa mempercepat organisasi memahami kebutuhan tenaga kerja sekaligus menyederhanakan proses pengelolaan SDM. Namun, penerapannya menuntut tata kelola yang bertanggung jawab, perlindungan data, dan pengawasan manusia agar pengembangan teknologi tetap berorientasi pada peningkatan potensi karyawan.

Menurut pengajar Universitas Indonesia itu, keputusan yang berdampak terhadap karyawan tetap memerlukan pertimbangan manusia, komunikasi terbuka, dan pengawasan yang memadai. Teknologi harus dipakai dengan tujuan yang tepat, bukan menggeser aspek manusia dalam pengambilan keputusan.

HCMS Bukan Sekadar Kumpulan Aplikasi

Budi menempatkan teknologi sebagai bagian dari penguatan Human Capital Management System (HCMS) yang terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan. HCMS tidak cukup berupa kumpulan kebijakan, prosedur, atau aplikasi, melainkan sistem yang menghubungkan seluruh proses pengelolaan SDM untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi.

"HCMS bukan sekadar kumpulan kebijakan, prosedur, atau aplikasi. HCMS merupakan proses yang saling terhubung," ujar Budi dalam keynote speech-nya.

Ia menjelaskan, organisasi kini menghadapi perubahan teknologi, model bisnis, kebutuhan pelanggan, dan tuntutan kompetensi yang berlangsung cepat. Perusahaan perlu menerjemahkan strategi bisnis ke dalam strategi human capital yang jelas, termasuk mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan dan menyiapkan talenta agar mampu beradaptasi.

Ruang Lingkup Pengelolaan Human Capital

Sistem pengelolaan human capital mencakup perencanaan tenaga kerja, rekrutmen, pengembangan kompetensi, manajemen kinerja, pengelolaan talenta dan suksesi, sistem penghargaan, hingga hubungan dan pengalaman kerja karyawan. Setiap proses harus memiliki tujuan yang jelas, sesuai kebutuhan organisasi dan karyawan, serta dijalankan konsisten.

Perencanaan tenaga kerja, misalnya, perlu berbasis kebutuhan dan data. Pengembangan kompetensi harus menjawab kesenjangan kemampuan yang nyata. Manajemen kinerja perlu menghubungkan kontribusi individu dengan prioritas organisasi, sementara pengelolaan talenta dan suksesi harus memberi kesempatan bagi karyawan untuk berkembang berdasarkan kompetensi dan kinerja.

Budi menambahkan, kebijakan penghargaan, kesejahteraan, dan hubungan kerja yang adil turut menentukan keterikatan serta produktivitas karyawan.

Kinerja Human Capital Harus Terukur

Keberhasilan penerapan HCMS harus tercermin dalam hasil yang dapat diukur. Perusahaan perlu memantau sejumlah indikator, mulai dari ketersediaan kompetensi, produktivitas, kualitas kepemimpinan, mobilitas dan retensi talenta, hingga keterikatan karyawan.

Indikator lain mencakup keselamatan dan kesejahteraan kerja serta kontribusi human capital terhadap kinerja dan ketahanan organisasi. Menurut Budi, potensi manusia merupakan kekuatan yang dapat mendorong strategi, inovasi, produktivitas, dan keberlanjutan bisnis.

Potensi tersebut akan berkembang apabila perusahaan menyediakan kesempatan, dukungan, dan lingkungan kerja yang memungkinkan setiap karyawan berkontribusi optimal. Karena setiap organisasi memiliki kondisi dan tingkat perkembangan berbeda, keberhasilan pengelolaan human capital perlu dinilai sesuai konteks dan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Rangkaian Menuju Puncak Penghargaan

Webinar TOP Human Capital Awards 2026 diselenggarakan Majalah TopBusiness yang berada di bawah PT Madani Solusi Internasional (MSI Group). Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pengelolaan human capital.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju acara puncak TOP Human Capital Awards 2026 yang dijadwalkan berlangsung Kamis, 29 Oktober 2026, di Hotel Raffles, Jakarta.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: topbusiness.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks