Pencarian

BATIC 2026 Kumpulkan 2.700 Delegasi dari 67 Negara, Indonesia Kukuhkan Posisi Hub Digital Asia Pasifik

Rabu, 02 September 2026 • 17:35:31 WIB
BATIC 2026 Kumpulkan 2.700 Delegasi dari 67 Negara, Indonesia Kukuhkan Posisi Hub Digital Asia Pasifik
Sebanyak 2.700 delegasi dari 67 negara menghadiri pembukaan BATIC 2026 di Nusa Tenggara Barat.

NUSA TENGGARA BARAT — Jumlah partisipasi tersebut naik signifikan dibanding penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, menjadikan BATIC 2026 sebagai forum digital terbesar yang pernah digelar Telin. Sebanyak 72 sponsor dan exhibitor turut meramaikan ajang yang mengusung tema "Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress" ini.

Konferensi utama yang berlangsung dua hari itu menghadirkan pembicara dari berbagai sektor, mulai dari operator telekomunikasi, penyedia cloud, hingga regulator pemerintah. Isu yang diangkat pun strategis: penguatan infrastruktur konektivitas, kebutuhan investasi jaringan fiber darat dan laut, sampai pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI di skala enterprise.

Transformasi TLKM 30 dan Ambisi Telkom Jadi Digital Telco Kelas Dunia

Di tengah gelaran itu, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini memaparkan arah strategi transformasi perusahaan yang kini memasuki babak penting. Melalui strategi TLKM 30, TelkomGroup menjalankan empat pilar utama secara simultan: operational and service excellence, streamlining, unlock value, dan modus-operandi shift.

"Pada akhirnya TLKM 30 memiliki satu ambisi, yaitu membawa TelkomGroup dari connectivity menuju infrastructure dan intelligence, menjadi perusahaan digital telco kelas dunia, sekaligus menciptakan berbagai digital possibilities untuk masa depan," ujar Dian dalam keynote-nya.

Perubahan struktur organisasi yang lebih agile menjadi salah satu langkah konkret yang disiapkan perusahaan untuk beradaptasi dengan evolusi industri telekomunikasi yang semakin cepat. Menurut Dian, perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan bisnis konektivitas semata.

Pemerintah Tekankan Keamanan dan Inklusivitas Ekosistem Digital

Dari sisi regulasi, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah menyoroti pentingnya fondasi kepercayaan di tengah perkembangan cloud dan AI yang membentuk ulang perekonomian. Ia menegaskan masa depan digital Indonesia harus dibangun tidak hanya di atas inovasi, tetapi juga ekosistem yang kuat, aman, dan inklusif.

"Hal ini membutuhkan ekosistem digital yang kuat, aman, dan inklusif, yang didukung oleh kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat luas. Melalui kolaborasi, kita dapat memastikan bahwa kemajuan teknologi menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia," papar Edwin.

Pernyataan itu sejalan dengan kebutuhan investasi infrastruktur yang masif. Di luar konferensi utama, Telin bersama GLF juga menggelar Leadership Summit tertutup yang mempertemukan para eksekutif C-level. Diskusi terfokus pada investasi, rantai pasok, kolaborasi ekosistem, serta kebutuhan energi untuk pengembangan infrastruktur berbasis AI.

Data Center, Cloud, hingga BYOIP Jadi Sorotan Pelaku Industri

Memasuki hari kedua, diskusi bergeser ke aspek teknis yang lebih dalam. Perkembangan data center dan cloud di era AI menjadi topik hangat karena mendorong lonjakan permintaan layanan di kawasan Asia Pasifik. Pembahasan tentang Bring Your Own IP Address (BYOIP) juga menarik perhatian pelaku industri lantaran dinilai menjadi nilai strategis baru bagi penyedia cloud, konektivitas, dan data center.

Di sisi lain, forum ini juga membahas evolusi jaringan optik menuju infrastruktur yang lebih cerdas serta perkembangan komunikasi masa depan untuk menjawab kebutuhan era AI. Beragam topik itu mencerminkan dinamika kebutuhan industri yang berubah cepat dan membutuhkan kolaborasi lintas negara.

BATIC sendiri konsisten digelar tahunan oleh Telin, anak usaha Telkom yang fokus pada bisnis telekomunikasi internasional. Melalui ajang ini, Telin tidak hanya mempertemukan pemain besar global, tetapi juga membuka peluang kemitraan bagi perusahaan teknologi Indonesia untuk go international.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks