Pencarian

Wisatawan Korea Selatan Liburan Lebih Banyak 2027, tapi Makin Selektif

Kamis, 22 Oktober 2026 • 15:34:01 WIB
Wisatawan Korea Selatan Liburan Lebih Banyak 2027, tapi Makin Selektif
Survei Skyscanner terhadap 1.000 wisatawan Korea Selatan menunjukkan 80% berencana melakukan perjalanan sama banyak atau lebih banyak pada 2027.

NUSA TENGGARA BARAT — Laporan Travel Trends 2027 Skyscanner menyebut 80% wisatawan Korea Selatan berencana melakukan perjalanan sama banyak atau lebih banyak dibanding 2026. Survei terhadap 1.000 pelancong itu juga menemukan 73% akan mengeluarkan dana setara atau lebih besar untuk tiket pesawat. Tren ini dibarengi pergeseran cara belanja: bukan cari yang termurah, tapi yang paling layak dibiayai.

Survei Skyscanner terhadap 1.000 wisatawan Korea Selatan menunjukkan anggaran perjalanan tidak dipangkas, melainkan dialihkan. Sebanyak 68% responden berencana mempertahankan atau menambah belanja akomodasi pada 2027. Angka-angka itu muncul dalam laporan Travel Trends 2027 yang dirilis Skyscanner.

Belanja Liburan Tidak Dipangkas, Hanya Dialihkan

Pakar perjalanan Skyscanner, Jessica Min, menyebut perilaku ini sebagai Travel Better Spent. Wisatawan tidak lagi berburu opsi paling murah, tetapi memilih pengalaman mana yang layak mendapat porsi anggaran lebih besar.

"Ini bukan cuma tentang mencari pilihan termurah. Ini tentang memutuskan pengalaman mana yang layak diinvestasikan lebih banyak dan mana yang harus dikurangi pengeluarannya serta berbelanja dengan lebih bijak," kata Jessica, seperti dikutip dari The Korea Herald, Kamis (22/10/2026).

Pergeseran ini penting bagi pengelola destinasi di Indonesia. Wisatawan Korea Selatan termasuk salah satu pasar inbound yang tumbuh, dan mereka kini lebih terbuka mengeluarkan uang untuk pengalaman yang dinilai khas.

Berburu Produk Khas Jadi Alasan Berangkat

Salah satu tren yang menonjol adalah perjalanan demi mendapatkan barang yang hanya tersedia di lokasi tertentu. Mulai dari suvenir eksklusif hingga produk dari toko khusus.

Sebanyak 61% responden, mayoritas generasi Z dan milenial, mengaku pernah mengunjungi suatu destinasi khusus untuk memburu produk tersebut. Bagi pelaku pariwisata lokal, ini peluang mengemas kuliner, kriya, dan produk UMKM sebagai daya tarik utama, bukan sekadar pelengkap.

Gym-cation dan Liburan Tanpa Gawai

Rutinitas olahraga ikut dibawa saat liburan. Sebanyak 31% responden menjadikan fasilitas kebugaran sebagai pertimbangan memilih penginapan. Tren ini dikenal sebagai gym-cation.

Di sisi lain, 35% responden ingin mengurangi ketergantungan pada smartphone dan laptop selama liburan. Mereka membatasi atau menghentikan penggunaan perangkat elektronik agar bisa fokus menikmati kekayaan alam dan budaya setempat. Destinasi berbasis alam dan desa budaya punya peluang besar di sini.

Kurs Murah Menentukan Pilihan Negara

Nilai tukar mata uang berpengaruh langsung pada keputusan destinasi. Sebanyak 54% responden mengaku pernah mengganti tujuan perjalanan demi mendapat keuntungan dari kurs yang lebih murah.

Jessica menyebut Jepang menjadi salah satu negara yang paling menarik perhatian wisatawan Korea Selatan karena yen yang lemah mendorong kunjungan ke kota-kota kecil. Hakodate di Jepang mencatat kenaikan pencarian penerbangan pulang-pergi tertinggi, naik 443% pada periode 1 Januari-17 Juni dibanding periode sama 2025. Luksemburg dan Quy Nhon di Vietnam menyusul di bawahnya.

Sejarah, Budaya, dan AI dalam Perencanaan

Destinasi sejarah masih masuk pertimbangan 34% responden, dengan arsitektur bersejarah sebagai inspirasi perjalanan. Kisah tokoh sejarah diminati 35% pelancong, sementara 24% tertarik menikmati musik di tempat lokal berkarakter khas.

Perjalanan singkat untuk merayakan bulan madu juga jadi pertimbangan 31% responden, mulai dari setelah pernikahan hingga anniversary. Teknologi kecerdasan buatan makin dipercaya: 61% pelancong merasa yakin memakai AI untuk merencanakan dan memesan perjalanan, terutama membandingkan harga dan menyusun rencana liburan.

Bagi traveler Indonesia yang merencanakan liburan ke Korea Selatan atau Jepang pada 2027, temuan ini bisa jadi acuan menyusun anggaran. Alokasikan dana lebih besar untuk pengalaman yang benar-benar dicari, dan sisihkan pengeluaran yang bisa dihemat. Informasi tarif dan jadwal terbaru sebaiknya dicek langsung lewat maskapai atau agen perjalanan resmi sebelum memesan.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks