Pencarian

5 Fakta Film Piye To Kih? yang Wajib Diketahui Sebelum Nonton

Selasa, 20 Oktober 2026 • 18:04:01 WIB
5 Fakta Film Piye To Kih? yang Wajib Diketahui Sebelum Nonton
Film Piye To Kih? dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 19 November 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Industri film Indonesia kembali menghadirkan cerita cinta yang tidak biasa lewat Piye To Kih?. Film garapan Ito Mavin ini menggabungkan komedi, romansa, dan nuansa budaya Jawa dalam satu paket tontonan. Simak lima fakta pentingnya sebelum kamu memutuskan menonton di bioskop.

Piye To Kih? dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 19 November 2026. Film ini disutradarai sekaligus diproduseri oleh Ito Mavin dan melibatkan sejumlah pemain dari Woko Channel, komunitas kreator yang dikenal lewat konten komedi di media sosial. Berikut sejumlah hal yang perlu kamu tahu soal film ini.

1. Kisah Cinta Manusia dan Hantu

Cerita berpusat pada Mukidi yang menjalin hubungan romansa dengan Sukma, sosok perempuan yang digambarkan sebagai hantu. Konflik muncul karena keduanya berasal dari alam berbeda. Situasi rumit inilah yang menjadi bahan utama cerita, dipadukan dengan bumbu komedi dan drama.

2. Beda Alam Sekaligus Beda Agama

Ito Mavin menyebut bahwa hubungan Mukidi dan Sukma sengaja dibuat berlapis-lapis persoalan. Bukan hanya berbeda alam, keduanya juga memiliki keyakinan yang tidak sama. Menurut Ito, jika hanya beda alam atau beda agama saja, tembok pemisahnya sudah tinggi. "Tapi ini udah beda alam sekalian gitu. Jadi temboknya udah luar biasa tinggi," ujarnya saat konferensi pers pada Senin (19/10/26).

3. Judul Diambil dari Ungkapan Bahasa Jawa

Frasa "Piye To Kih?" merupakan ungkapan dalam bahasa Jawa yang menggambarkan situasi rumit atau tidak sesuai perkiraan. Ito Mavin menilai judul tersebut cocok dengan perjalanan cerita Mukidi. Hubungan asmara antara manusia dan hantu membuat tokoh utama menghadapi persoalan yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

4. Mengangkat Nuansa Budaya Jawa

Selain kisah cintanya yang tak biasa, film ini kental dengan nuansa budaya Jawa. Humor yang disajikan juga dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Pendekatan ini membuat cerita terasa lebih membumi meski premisnya melibatkan dunia hantu.

5. Menyimpan Pesan soal Ketulusan

Di balik balutan komedi, Piye To Kih? menyelipkan pesan tentang ketulusan dalam mencintai dan penerimaan diri. Film ini juga menyoroti pentingnya memperbaiki kualitas diri untuk meraih sesuatu yang diinginkan. Jadi, selain menghibur, ada nilai yang bisa dibawa pulang penonton.

Piye To Kih? menawarkan premis cinta lintas alam yang jarang diangkat layar lebar Indonesia. Dengan jadwal tayang 19 November 2026, film ini bisa jadi pilihan tontonan yang ringan sekaligus menyentuh.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks