Pencarian

DeepSeek Alami Gangguan Layanan Lima Jam, Model V4-Pro dan Chat Lumpuh

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 20:32:31 WIB
DeepSeek Alami Gangguan Layanan Lima Jam, Model V4-Pro dan Chat Lumpuh
Layanan DeepSeek tidak dapat diakses selama sekitar lima jam pada Kamis (15/10).

NUSA TENGGARA BARAT — Layanan DeepSeek tidak bisa diakses selama sekitar lima jam pada Kamis (15/10), membuat model V4-Pro, V4.1-Flash, dan fitur chat milik startup AI asal China itu mati total sejak pukul 08.00 hingga 13.00 waktu setempat. Pelanggan berbayar mendapat pengembalian dana sebagian dalam bentuk kredit untuk pemakaian 8–14 Oktober. Gangguan ini menjadi sinyal tekanan infrastruktur komputasi di balik lonjakan penggunaan model-model terbaru DeepSeek.

DeepSeek belum membeberkan penyebab pasti matinya layanan. Sebagian pengamat menduga kapasitas sumber daya komputasi yang terbatas jadi salah satu faktor pemicu, seperti dikutip Nikkei Asia, Sabtu (17/10).

Pengembalian dana diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan kredit yang bisa dipakai untuk layanan di masa depan. Media China melaporkan contoh kompensasi sebesar 3.000 yuan atau sekitar Rp8,1 juta dengan kurs Rp2.698.

Bukan Gangguan Pertama

DeepSeek sudah beberapa kali mengalami perlambatan dan pemadaman layanan. Saat meluncurkan model R1, perusahaan dilanda rentetan masalah sepanjang Januari dan Februari 2025.

R1 dipasarkan sebagai model berkinerja tinggi dengan biaya murah. Peluncurannya sempat mengguncang pasar dan membuat saham teknologi di berbagai negara berjatuhan.

Memasuki 2026, frekuensi gangguan meningkat sejak Juli dan Agustus, tepat setelah V4-Flash dan V4-Pro resmi dirilis. Nikkei menilai insiden pekan ini tergolong cukup serius dibanding gangguan sebelumnya.

Lonjakan Pengguna Setelah V4.1-Flash

Peluncuran V4.1-Flash pada 10 September—model dengan biaya lebih rendah—diduga memicu lonjakan penggunaan yang tidak diimbangi kapasitas server. Sejumlah media China melaporkan ketidaksesuaian antara sumber daya komputasi dan volume pemakaian, termasuk masalah alokasi daya pemrosesan.

Pola ini mirip dengan yang dialami layanan AI lain saat merilis model murah: permintaan meledak, sementara penambahan kapasitas GPU butuh waktu dan biaya besar.

Dana Segar untuk Komputasi

DeepSeek diperkirakan segera merampungkan penggalangan dana dari investor luar dengan nilai mencapai 100 miliar yuan atau sekitar Rp269,8 triliun. Sejumlah dana investasi China dan raksasa internet Tencent Holdings masuk dalam daftar investor.

Dana itu kemungkinan besar dialokasikan untuk sumber daya komputasi, termasuk pembelian chip. Namun pasokan chip harus berasal dari produsen dalam negeri karena Amerika Serikat membatasi ekspor semikonduktor AI berkinerja tinggi ke China.

Bagi pengguna di Indonesia yang memakai DeepSeek via API atau aplikasi chat, gangguan lima jam ini jadi pengingat risiko ketergantungan pada satu penyedia model. Tim produk sebaiknya menyiapkan jalur cadangan ke model alternatif agar layanan tidak ikut mati saat penyedia utama tumbang.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks