Pencarian

Lensa China Viltrox hingga 7Artisans Kuasai Pasar Autofokus 2026

Jumat, 11 September 2026 • 18:02:01 WIB
Lensa China Viltrox hingga 7Artisans Kuasai Pasar Autofokus 2026
Viltrox memperkenalkan lini lensa EVO dan Hyper APO untuk berbagai mount kamera.

NUSA TENGGARA BARAT — Setiap bulan, kadang setiap pekan, selalu ada lensa baru dari salah satu merek ini yang diumumkan. Mereka bukan hanya meniru satu sama lain, tapi mulai punya karakter dan strategi pasar masing-masing.

Viltrox Paling Agresif Berekspansi

Viltrox tetap menjadi yang paling rajin merilis produk baru. Sepanjang tahun ini mereka memperkenalkan lini EVO, lensa full-frame dengan kualitas optik yang diklaim setara atau melampaui lensa APO kelas atas lewat sebutan Hyper APO.

Viltrox juga merambah mount yang sebelumnya jarang disentuh merek pihak ketiga, termasuk L-mount untuk Panasonic, Leica, dan Sigma. Mereka mulai bermain di segmen pancake compact lewat seri 26mm f/2.8 EVO, ditambah lensa prime cepat seperti 35mm f/1.4 Pro dan 40mm f/1.2 Pro untuk format APS-C.

Dengan sembilan hingga sepuluh produk baru diperkenalkan hanya dalam satu pameran di Beijing pada Agustus 2026, Viltrox menjadi salah satu produsen lensa paling produktif di dunia.

7Artisans Tinggalkan Era Manual Focus

7Artisans sepuluh tahun lalu dikenal sebagai spesialis lensa manual focus dengan bodi metal solid dan karakter bokeh unik. Tahun ini mereka menunjukkan ambisi baru lewat seri Max, lensa autofokus kelas menengah dengan harga agresif.

Contohnya lensa 135mm f/1.8 Max yang dibanderol Rp 14 jutaan, menjadikannya lensa autofokus 135mm f/1.8 termurah untuk mount Nikon Z. Belum lama ini mereka merilis 10mm f/2.5 Max, fisheye full-frame dengan autofokus yang nyaris tidak ada pesaingnya di pasar.

Pergeseran dari manual ke autofokus ini penting karena 7Artisans mulai menyasar fotografer event, dokumentasi, dan konten kreator video yang butuh kepraktisan lensa autofokus, bukan cuma kolektor lensa vintage-style.

SG-image Fokus ke Lensa Mungil

SG-image konsisten dengan satu identitas: ukuran dan berat lensa. Lensa yang dirilis sebagian besar lebih compact daripada merek lain, tapi tetap punya bukaan besar dan autofokus.

Lensa 35mm f/2.2 mereka diklaim sebagai lensa pancake autofokus full-frame pertama yang menembus bukaan di bawah f/2.8. Untuk pengguna Fujifilm X, mereka merilis 35mm f/1.4 autofokus.

SG-image juga membuat lensa untuk berbagai sistem kamera: Sony E-mount, Fujifilm X, Nikon Z, Micro Four Thirds, sampai L-mount. Mereka tidak mau terjebak di satu ekosistem.

Meike Masuk ke Medium Format GFX

Meike yang tadinya dikenal sebagai produsen aksesoris kamera dan lensa sinema manual kini merilis roadmap lensa autofokus ambisius. Ada lensa zoom 24-70mm f/2.8 full-frame, lensa fix 50mm f/1.2, dan 85mm f/1.2.

Semua lensa tersebut dibekali motor VCM yang cepat dan akurat. Meike juga mengembangkan lensa autofokus untuk mount medium format Fujifilm GFX seperti 65mm f/1.4 dan 110mm f/1.8.

Ini langkah berani karena selama ini nyaris tidak ada pihak ketiga yang berani bermain di GFX dengan autofokus penuh.

Mengapa Ledakan Ini Terjadi Sekarang

Teknologi motor autofokus STM dan VCM yang tadinya mahal kini bisa diproduksi massal dengan biaya rendah oleh pabrikan di Shenzhen dan sekitarnya. Ekosistem mirrorless Sony E, Nikon Z, Fujifilm X, dan L-mount juga sudah cukup matang dan populer sehingga ada pasar besar fotografer yang mencari alternatif lensa lebih murah.

Kompetisi antar merek China sendiri semakin ketat. Jika salah satu merek merilis lensa dengan spesifikasi tertentu, merek lain buru-buru menyusul dengan varian serupa di harga lebih murah.

Mana yang Benar-Benar Layak Dibeli

Untuk kebutuhan lensa ringkas harian dengan kualitas optik bagus dan harga terjangkau, SG-image dan seri EVO atau Air dari Viltrox masuk akal. Kalau butuh lensa cepat untuk portrait dengan bokeh maksimal tapi budget terbatas, 7Artisans Max dan Meike MIX series patut dilirik.

Yang perlu diingat, murah bukan berarti tanpa kompromi. Kontrol kualitas merek-merek ini masih bervariasi antar batch produksi, purna jual dan garansi di Indonesia belum serapi merek besar, dan software atau firmware kadang masih perlu pembaruan manual lewat USB.

Bagi fotografer yang baru mulai dan ingin bereksperimen dengan focal length tertentu tanpa menguras tabungan, opsi-opsi ini jauh lebih masuk akal dibanding lima tahun lalu. Persaingan antar merek China diprediksi terus menghadirkan lensa autofokus murah dengan spesifikasi makin berani sepanjang sisa 2026.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks