Pencarian

El Nino Sebabkan Krisis Air di Pesisir Bima, 549 Warga Terima Bantuan 15.000 Liter Air Bersih

Senin, 31 Agustus 2026 • 22:55:32 WIB
El Nino Sebabkan Krisis Air di Pesisir Bima, 549 Warga Terima Bantuan 15.000 Liter Air Bersih
Petugas BPBD Kabupaten Bima menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Dusun Muku, Desa Sanolo, Kecamatan Bolo.

BIMA — Krisis air bersih melanda dua kecamatan di pesisir Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menyusul cuaca panas ekstrem yang dipicu El Nino. BPBD Kabupaten Bima mengirimkan armada tangki air ke Kecamatan Woha dan Bolo untuk menjangkau ratusan keluarga yang selama berminggu-minggu kesulitan memenuhi kebutuhan air harian.

Data dari BPBD menyebutkan, total 549 jiwa terdampak kekeringan ini. Mereka tersebar di dua lokasi: Dusun Muku, Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, dan RT 001 serta RT 002 Desa Waduwani, Kecamatan Woha.

5.000 Liter untuk Dusun Muku

Armada tangki air pertama bergerak ke Dusun Muku, Desa Sanolo, Kecamatan Bolo. Petugas membagikan satu rit air bersih berkapasitas 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan harian 41 kepala keluarga atau 122 jiwa warga setempat.

Warga di dusun tersebut sudah berhari-hari mengandalkan pasokan air dari luar karena sumur dan sumber air lainnya mulai mengering.

10.000 Liter Mengalir ke Waduwani

Di Kecamatan Woha, BPBD mengirimkan dua rit air bersih atau setara 10.000 liter ke RT 001 dan RT 002 Desa Waduwani. Bantuan ini menjangkau 135 kepala keluarga dengan total 427 jiwa yang terdampak langsung.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Sadimin, mengatakan penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan permintaan dari lapangan. "Kami menerjunkan tim ke lapangan untuk menyalurkan air bersih secara bertahap. Ini adalah bentuk respons kita dari laporan warga yang mulai mengalami krisis air," ujarnya, Senin (31/8/2026).

Tandon Air Jadi Kebutuhan Mendesak

Selain pasokan air bersih, BPBD mencatat kebutuhan akan tandon air menjadi sangat mendesak di lokasi terdampak. Fasilitas penampungan sementara dinilai penting agar proses distribusi di tingkat desa bisa berjalan lebih efektif dan tidak bergantung penuh pada kedatangan armada tangki.

"Saat ini warga sangat membutuhkan bantuan tandon air. Itu tujuannya agar proses penampungan dan distribusi air bersih di tingkat desa bisa berjalan lebih efektif," tambah Sadimin.

Koordinasi Lintas Sektor dan Imbauan Waspada

Sebagai langkah penanganan lanjutan, BPBD Kabupaten Bima berkoordinasi dengan jajaran kecamatan, TNI, Polri, serta pemerintah desa untuk mengkaji dampak bencana secara cepat. Pihaknya juga berkomunikasi dengan dinas terkait di tingkat kabupaten maupun Provinsi NTB untuk memperluas jangkauan bantuan.

Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam krisis air ini. Namun BPBD meminta warga menghemat pemakaian air dan tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lain selama musim kemarau.

"Kami menghimbau seluruh masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan efisien. Warga juga kami minta tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, hingga potensi wabah penyakit," pungkasnya.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ntbsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks