BULUKUMBA — Kapal nelayan yang sempat hilang kontak selama empat hari itu ditemukan oleh nelayan asal Sinjai di sekitar perairan Bima, NTB. Informasi penemuan tersebut langsung diteruskan ke Basarnas Makassar pada Jumat (28/8) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita.
Danpos SAR Selayar Ronaldhi membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut kapal bersama tiga orang awaknya telah ditarik menuju Bulukumba dan tiba dengan selamat. "Iya, sudah ditemukan di sekitar Bima oleh nelayan asal Sinjai. Diinformasikan ke Basarnas Makassar sekitar pukul 02.00 dini hari," kata Ronaldhi dalam keterangannya, Jumat (28/8) malam.
Nakhoda dan Dua ABK Pulang ke Galesong
Ketiga awak kapal yang selamat adalah nakhoda Alimuddin serta dua anak buah kapal (ABK) bernama Fajrin dan Jufri. Mereka langsung dijemput oleh pihak keluarga yang datang dari Galesong, Kabupaten Takalar, saat tiba di Bulukumba.
Ronaldhi mengungkapkan kondisi ketiga korban terlihat aman berdasarkan foto yang diterimanya setelah mereka tiba. "Dari foto, saat tiba kondisinya ketiganya aman. Kemungkinan perbekalan di kapal juga masih aman," jelasnya.
Kapal yang membawa tiga nelayan tersebut dilaporkan hilang setelah mengalami mati mesin di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar pada Senin (24/8) sekitar pukul 17.00 Wita. Tim SAR sempat dikerahkan untuk melakukan pencarian sebelum akhirnya kabar baik datang dari perairan Bima.
Kapal Hanya Alami Mati Mesin, Kondisi Aman
Ronaldhi menuturkan kapal tersebut tidak mengalami kerusakan berarti. "Kapalnya juga aman, hanya mengalami mati mesin. Tadi sore kapalnya ditarik dan sudah tiba bersama korban di Kabupaten Bulukumba," bebernya.
Setibanya di Bulukumba, ketiga nelayan tersebut langsung dibawa pulang ke kampung halamannya di Takalar oleh keluarga yang telah menunggu. Proses kepulangan mereka ke Galesong dilakukan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan koordinasi dengan Basarnas selesai.