Pencarian

Kesehatan Gigi Anak yang Menyusu ASI, Begini Fakta dari Penelitian

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 12:34:01 WIB
Kesehatan Gigi Anak yang Menyusu ASI, Begini Fakta dari Penelitian
Seorang ibu menyusui bayinya, ASI memberikan perlindungan alami terhadap risiko karies gigi pada anak di tahun pertama kehidupannya.

NUSA TENGGARA BARAT — Menyusui memang punya segudang manfaat, mulai dari memenuhi kebutuhan nutrisi hingga memperkuat sistem imun bayi. Tapi, bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan gigi? Pertanyaan ini sering bikin ibu muda khawatir, terutama saat si kecil mulai tumbuh gigi dan frekuensi menyusunya masih tinggi.

Jawabannya ternyata tidak sesederhana ya atau tidak. Bukti ilmiah menunjukkan hubungan antara ASI dan kesehatan gigi berubah seiring bertambahnya usia anak. Artikel ini akan mengupas tuntas hasil penelitiannya, kapan risiko karies meningkat, dan langkah praktis yang bisa ibu lakukan untuk menjaga senyum si kecil tetap sehat.

Perlindungan Alami ASI di Tahun Pertama

Kabar baiknya, berdasarkan tinjauan sistematis yang dimuat di Medscape, anak yang menyusu ASI punya gigi lebih sehat pada 12 bulan pertama kehidupannya. ASI memberikan perlindungan alami terhadap risiko Early Childhood Caries (ECC) atau karies anak usia dini.

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa melanjutkan pemberian ASI hingga anak berusia 12–24 bulan juga belum menunjukkan dampak negatif yang signifikan terhadap risiko gigi berlubang. Jadi, ibu tidak perlu khawatir jika si kecil masih menyusu di usia satu tahun.

Mengapa Risiko Karies Naik Setelah Usia 2 Tahun?

Kondisi ini berubah ketika anak sudah berusia di atas 24 bulan atau 2 tahun. Risiko karies gigi dapat meningkat jika anak masih menyusu setelah usia tersebut. Ada tiga faktor utama yang menjadi pemicunya, Bunda.

Pertama, pola makan yang berubah. Di usia ini, anak mulai mengenal beragam makanan pendamping dan camilan manis yang bisa memicu kerusakan gigi. Kedua, kandungan mineral ASI menurun. Seiring bertambahnya usia anak dan durasi menyusui, kandungan mineral pelindung gigi di dalam ASI secara alami mulai berkurang.

Ketiga, kebiasaan menyusu malam hari. Frekuensi menyusu yang tinggi saat anak tertidur dapat meningkatkan risiko karies. Ini terjadi karena produksi air liur yang berfungsi melindungi gigi berkurang drastis saat tidur.

Laktosa dalam ASI, Apakah Aman untuk Gigi?

Karies gigi terjadi ketika bakteri di dalam plak memetabolisme karbohidrat dan menghasilkan asam yang mengikis email gigi. Karena ASI mengandung laktosa (gula alami), muncul pertanyaan apakah ini bisa menyebabkan gigi berlubang.

Tenang, Bunda. Laktosa memiliki potensi kariogenik yang lebih rendah dibandingkan sukrosa atau gula pasir. Sebuah scoping review tentang susu dan produk olahannya pada anak-anak dan remaja menemukan bahwa produk susu tanpa tambahan gula justru memiliki karakteristik non-kariogenik dan berpotensi membantu kesehatan gigi.

3 Kandungan ASI yang Membantu Melindungi Gigi

Ada beberapa komponen dalam ASI yang berperan aktif menjaga kesehatan gigi si kecil. Berikut penjelasannya.

1. Kalsium dan Fosfat untuk Remineralisasi

ASI mengandung kalsium dan fosfat yang merupakan mineral penting untuk pembentukan serta pemeliharaan struktur gigi. Keduanya membantu proses remineralisasi, yaitu pengembalian mineral ke permukaan gigi setelah mengalami kehilangan akibat paparan asam.

2. Protein Kasein Membentuk Lapisan Pelindung

Protein utama dalam susu, terutama kasein, dapat membentuk lapisan pada permukaan gigi. Lapisan ini membantu mengurangi kerentanan email terhadap serangan asam dari sisa makanan dan bakteri di mulut.

3. Air Liur Menetralkan Asam

Air liur berperan penting dalam menjaga kesehatan gigi. Selain membersihkan rongga mulut, air liur membantu menetralkan asam dan menyediakan mineral untuk proses remineralisasi. Sayangnya, efek perlindungan ini tidak bekerja optimal saat seseorang tidur.

Kunci Utama Kesehatan Gigi Anak

Jadi, apakah anak yang menyusu ASI otomatis punya gigi lebih sehat? Jawabannya, tidak sesederhana itu. Menyusui bukan berarti menyebabkan gigi rusak, tapi juga tidak menjamin gigi anak bebas karies selamanya.

Kesehatan gigi anak sangat dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor. Kebersihan gigi, konsumsi gula, frekuensi makan dan minum, penggunaan fluorida, serta kondisi gigi semuanya perlu diperhatikan. Menyikat gigi secara teratur dengan pasta gigi berfluorida tetap menjadi kunci utama, apa pun jenis susu yang dikonsumsi si kecil.

Pastikan ibu juga memperhatikan kebiasaan menyusu malam hari setelah anak berusia 2 tahun dan mulai mengenalkan kebiasaan menyikat gigi sejak dini. Dengan begitu, kesehatan gigi si kecil tetap terjaga dan senyumnya pun sehat.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks