NUSA TENGGARA BARAT — Honda secara resmi menggoda publik mengenai kehadiran Ridgeline generasi ketiga yang dijadwalkan meluncur sekitar tahun 2028. Bocoran kali ini datang langsung dari eksekutif Honda dalam sebuah media roundtable di ajang balap Freedom 250 Grand Prix, Washington D.C., akhir pekan lalu. Yang menarik, di tengah ramainya kabar Hyundai dan Kia yang siap masuk segmen pikap medium dengan sasis body-on-frame, Honda justru memilih bertahan dengan konstruksi unibody.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Lance Woelfer, Vice President of Auto Sales Honda, menyebut formula unibody yang dipakai Ridgeline saat ini terbukti sukses di pasar. "Ini sukses besar dalam formatnya sekarang; dengan unibody," ujarnya. "Itu benar-benar memenuhi kebutuhan pasar. Penjualannya sekitar 45.000 unit per tahun." Angka tersebut konsisten di atas 40.000 unit sejak 2021, naik signifikan dari kisaran 30.000 unit di awal-awal generasi kedua.
Mengapa Honda Membandel dengan Unibody di Tengah Gempuran Pikap Body-on-Frame?
Pasar pikap medium di Amerika Serikat memang sedang ramai. Toyota Tacoma, Ford Ranger, dan Chevy Colorado sudah lama bertarung, dan Ram dikabarkan akan menghidupkan lagi nama Dakota. Namun Honda melihat celah yang belum terisi: konsumen yang menginginkan kepraktisan pikap tapi tetap nyaman dikendarai harian seperti SUV.
Ridgeline berbagi platform dengan Odyssey minivan. Hasilnya, karakter berkendaranya jauh lebih halus dan lincah dibanding pikap konvensional yang kaku. Bagi banyak pemilik yang jarang menarik beban berat, kenyamanan ini adalah nilai jual utama. Ditambah kabin lega, kapasitas tarik hingga 5.000 pon (sekitar 2.268 kg), dan bak belakang 5,3 kaki yang punya bagasi internal terkunci yang bisa dicuci — Ridgeline dirancang untuk memudahkan hidup, bukan sekadar alat kerja.
TrailSport Lebih Ekstrem: Peluang Besar Ridgeline Generasi Baru
Honda tidak berhenti di situ. Woelfer mengisyaratkan bahwa varian TrailSport akan menjadi kunci pertumbuhan Ridgeline selanjutnya. Setelah Passport dan Pilot TrailSport mendapat peningkatan kemampuan off-road, giliran Ridgeline yang disebut punya "peluang bagus" untuk dibawa ke level yang lebih ekstrem.
"Ridgeline punya peluang bagus juga," jelas Woelfer. "Saya pikir ada banyak potensi di sana, jadi kami bisa membuat produk seperti itu jauh lebih ekstrem ke depannya." Ini sinyal kuat bahwa generasi ketiga tidak hanya akan tampil lebih gagah secara visual, tapi juga dibekali kemampuan teknis yang serius untuk medan berat — sesuatu yang belum pernah ditawarkan pikap unibody sebelumnya.
Yang Perlu Diperhatikan: Harga dan Ketersediaan di Indonesia
Produksi Ridgeline generasi kedua akan berakhir tahun ini, dan generasi baru baru hadir sekitar 2028. Artinya, ada jeda produksi yang cukup panjang. Woelfer optimistis, "Saya pikir ini akan jadi kontributor penjualan yang lebih besar saat kembali hadir."
Sayangnya, kabar ini masih nihil untuk pasar Indonesia. Honda Prospect Motor belum pernah mengimpor Ridgeline secara resmi, dan peluangnya untuk masuk pun tipis mengingat segmen pikap medium di Tanah Air didominasi mesin diesel. Jika pun masuk, banderolnya diprediksi akan sangat premium — jauh di atas kompetitor seperti Ford Ranger atau Toyota Hilux — karena statusnya sebagai kendaraan impor dengan pajak tinggi. Untuk konteks, Ridgeline di pasar Amerika dibanderol mulai sekitar USD 40.000 (estimasi Rp 640 juta).
Kesimpulan: Pikap Unik yang Justru Makin Spesialis
Alih-alih mengikuti arus, Honda memilih memperdalam identitas Ridgeline sebagai satu-satunya pikap medium unibody di kelasnya. Dengan tambahan kemampuan off-road yang lebih serius, generasi ketiga ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi mereka yang butuh pikap tapi tidak mau mengorbankan kenyamanan harian. Namun, bagi pasar Indonesia, ini masih sekadar kabar dari jauh — dan kemungkinan besar akan tetap begitu.