GIRI MENANG — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk mengambil alih aset kampus STIE AMM di Giri Menang. Proses eksekusi dipastikan tetap berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku, meskipun tengah menjadi sorotan publik terkait kecepatan penanganannya.
Asisten III Setda Lombok Barat, H. Fauzan Husniadi, menyatakan bahwa seluruh tahapan penegakan hukum, baik pidana maupun administrasi, berjalan secara paralel. Pihaknya juga telah menerima laporan resmi dari Kepala Bagian Hukum mengenai progres penanganan berkas perkara tersebut.
Tidak Ada Sikap "Gertak Sambal" dalam Pengambilalihan Aset
Fauzan membantah anggapan bahwa pemerintah daerah ragu-ragu atau hanya sekadar "gertak sambal" dalam mengeksekusi aset tersebut. Ia menegaskan seluruh tindakan yang diambil bersifat terukur dan berdasarkan komitmen awal yang telah disepakati.
"Tetap pasti kita ambil," tegasnya saat dikonfirmasi, Senin lalu.
Menurutnya, peristiwa OTT yang melibatkan pihak tertentu sama sekali tidak memiliki kaitan dengan rencana pengambilalihan aset kampus. Proses hukum yang sedang berjalan tidak akan terhenti oleh dinamika yang terjadi di lapangan.
KPK Supervisi, Eksekusi Ditargetkan Rampung Tahun Ini
Pihak Pemkab Lobar mengakui bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah turun tangan melakukan supervisi terhadap kasus ini. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang memastikan penindakan akan segera dilakukan.
"Sama sekali tidak ada hubungannya OTT dengan rencana pengambilalihan aset. Kami tetap pada komitmen awal untuk mengambil alih. Kasus hukumnya, baik pidana maupun jalur lainnya, semuanya tetap berjalan," ujar Fauzan.
Meskipun enggan membeberkan tanggal pasti pelaksanaan eksekusi demi menjaga kerahasiaan strategi di lapangan, Fauzan menjamin penindakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa karena kasus ini telah menjadi atensi lembaga anti-rasuah, proses pengambilalihan dipastikan tuntas sebelum tahun berakhir.
"Tunggu waktunya, tidak bisa semuanya kita bocorkan ke publik sekarang. Yang pasti, karena ini sudah menjadi atensi KPK, eksekusi dipastikan rampung tahun ini," pungkasnya.