Pencarian

Kebakaran Hanguskan 4 Ruangan di MA Mu'allimin NW Anjani Lombok Timur, 60 Santri Terdampak dan Kerugian Capai Rp 1,32 Miliar

Selasa, 25 Agustus 2026 • 10:01:31 WIB
Kebakaran Hanguskan 4 Ruangan di MA Mu'allimin NW Anjani Lombok Timur, 60 Santri Terdampak dan Kerugian Capai Rp 1,32 Miliar
Petugas mengevakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan dari puing-puing asrama yang terbakar di MA Mu'allimin NW Anjani, Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR — Pihak Kemenag Lombok Timur memastikan telah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag NTB untuk menyusun langkah pemulihan pascakebakaran yang melanda Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin MA Mu'allimin NW Anjani. Kepala Kemenag Lombok Timur, Shulhi, menyatakan bahwa hasil koordinasi tersebut akan menjadi acuan resmi dalam menentukan langkah penanganan, termasuk pemulihan fasilitas dan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

"Terkait tindak lanjut, kami masih dalam tahap koordinasi dengan pihak Kanwil," ujarnya, Senin malam (24/8/2026).

Setelah koordinasi rampung, Kemenag akan menerbitkan surat edaran dan imbauan sebagai panduan penanganan serta pemulihan pondok pesantren. "Kami berkomitmen untuk segera menindaklanjuti arahan tersebut demi memastikan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di Ponpes tersebut," tegas Shulhi.

60 Santri Kelas 11 Kehilangan Tempat Tinggal

Para santri yang terdampak kebakaran tengah menjalani masa libur tradisional setelah menetap di asrama selama 44 hari. Kepala MTs Mu'allimin Anjani, Wildan Ansori, mengatakan pengurus bersama yayasan telah menggelar rapat untuk menyiapkan ruang pengganti bagi para santri sebelum mereka kembali ke pondok.

"Yang satu ruangan ada 20 orang santri yang tinggal, jadi yang terdampak 60 orang," kata Wildan.

Awalnya, para santri dijadwalkan kembali ke pondok pada Selasa sore (25/8/2026). Namun, kondisi pascakebakaran memaksa pihak pesantren menunda kepulangan mereka hingga Jumat sore (28/8/2026) demi memastikan kesiapan tempat tinggal sementara.

Kerugian Mencapai Rp 1,32 Miliar dan Dugaan Penyebab Kebakaran

Wildan memperkirakan total kerugian akibat musibah ini mencapai Rp 1,32 miliar. Kerusakan mencakup empat ruangan, yakni tiga ruang asrama dan satu laboratorium komputer, termasuk seluruh unit komputer beserta aksesorinya yang ikut terbakar.

"Yang terbakar tadi malam itu empat lokal. Ada tiga ruang asrama dan satu ruang lab komputer. Kerusakan mencakup bangunan dan seluruh unit komputer beserta aksesorinya," ujarnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena seluruh ruangan dalam kondisi kosong saat api muncul. Pihak pengurus menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

"Kami menduga ini murni arus pendek. Tidak ada pihak yang kami duga atau kami tuduh. Ini murni kecelakaan," tutur Wildan.

Santri Berdatangan untuk Menyelamatkan Barang

Sejak kebakaran padam, sejumlah santri mulai mendatangi lokasi untuk mencari barang-barang yang masih dapat diselamatkan dari puing-puing asrama. Sebagian santri asal luar daerah mengamankan barang mereka, sementara santri asal Lombok yang tengah berada di kampung halaman ikut kembali ke pondok untuk mengecek kondisi barang masing-masing.

Salah seorang santri asal Kepulauan Riau, Muhammad Bintang Alzaidi, mengatakan sebagian besar barang milik santri tidak dapat diselamatkan dari amukan api. "Ada sih yang kita bisa selamatkan, tetapi sebagian besar tidak ada yang bisa kita selamatkan," katanya.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ntbsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks