MATARAM — Pasar Seni Senggigi di pesisir barat Lombok bakal berubah wajah total. Pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp 81 miliar untuk meredesain kawasan tersebut agar menjadi hub pariwisata yang menghubungkan berbagai aktivitas, termasuk Pelabuhan Senggigi yang tengah dikembangkan.
Kepala Dinas Pariwisata NTB menyatakan desain lama yang dimiliki Pemerintah Provinsi NTB sudah tidak relevan dengan kondisi terkini. “Pasar Seni Senggigi tidak lagi hanya menjual produk lokal tapi juga menjadi destinasi wisata Lombok dan Sumbawa atau NTB,” katanya, Selasa (28/7/2026).
Pasar Seni Senggigi Disulap Jadi Hub Wisata
Redesain ini tidak sekadar merombak tampilan fisik. Menurut Kadispar, Pasar Seni Senggigi akan dikembangkan menjadi penghubung utama berbagai aktivitas wisata di Lombok dan Sumbawa. Keberadaan Pelabuhan Senggigi menjadi faktor kunci dalam rencana ini.
“Pasar Seni Senggigi bisa menjadi hub karena ada pelabuhan,” tegasnya.
Anggaran Rp 81 Miliar dari Pemerintah Pusat
Dana sebesar Rp 81 miliar yang digelontorkan pemerintah pusat menandakan keseriusan dalam menjadikan kawasan ini sebagai ikon destinasi baru. Proyek ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara dan domestik, sekaligus mengerek ekonomi lokal.
Kadispar menambahkan, segala hal yang berkaitan dengan pengembangan Pasar Seni Senggigi telah diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Artinya, proses administrasi dan perizinan dianggap rampung sehingga proyek bisa segera berjalan.
Dampak bagi UMKM dan Ekonomi Lokal
Dengan status baru sebagai destinasi wisata, para perajin dan pedagang di Pasar Seni Senggigi diproyeksikan mendapatkan limpahan kunjungan. Selama ini, pasar tersebut dikenal sebagai tempat berburu kain tenun khas Sasak, kerajinan anyaman, dan suvenir khas Lombok.
Redesain ini diharapkan tidak menghilangkan ciri khas lokal, justru memperkuat posisi pasar sebagai etalase budaya NTB. Belum ada kepastian kapan proyek fisik dimulai, namun Pemprov NTB memastikan semua persiapan sudah final.