Pencarian

7 Kuliner Khas Nusa Tenggara Barat yang Paling Dicari Wisatawan, dari Ayam Taliwang hingga Ares

Selasa, 28 Juli 2026 • 19:20:33 WIB
7 Kuliner Khas Nusa Tenggara Barat yang Paling Dicari Wisatawan, dari Ayam Taliwang hingga Ares
Ayam Taliwang, hidangan ikonik dari Lombok Timur, dibakar dengan bumbu cabai rawit merah dan terasi hingga meresap sempurna.

Lombok dan Sumbawa bukan cuma soal pantai dan bukit. Bagi yang pernah menginjakkan kaki di Nusa Tenggara Barat, aroma pedas dan gurih dari dapur-dapur tradisional langsung terpatri di ingatan. Saya sendiri masih ingat sensasi lidah terbakar tapi tetap nambah saat pertama kali mencoba ayam bakar bumbu cabai rawit di pinggir Pantai Senggigi. Itulah NTB: tempat di mana rasa pedas bukan sekadar bumbu, melainkan identitas.

Artikel ini bukan daftar klise. Saya akan mengajak kamu menyelami tujuh kuliner khas NTB yang paling sering muncul di meja makan warga lokal dan selalu diburu wisatawan. Mulai dari hidangan berat hingga camilan manis, semuanya punya cerita yang layak kamu ketahui sebelum berkunjung.

1. Ayam Taliwang: Ikon Pedas dari Lombok Timur

Ayam Taliwang bukan sekadar ayam bakar biasa. Hidangan ini berasal dari Desa Taliwang, Kabupaten Lombok Timur, dan sudah menjadi duta kuliner NTB di mata nasional. Bedanya terletak pada bumbu: campuran cabai rawit merah, terasi bakar, tomat, dan kencur yang dihaluskan lalu dioles berulang kali saat proses pembakaran.

Proses memasaknya memakan waktu lebih lama dibanding ayam bakar biasa. Ayam kampung muda dibakar setengah matang, lalu direndam dalam bumbu, kemudian dibakar lagi hingga bumbu meresap sempurna. Hasilnya? Daging yang empuk dengan rasa pedas yang menohok tapi tetap ada aroma bakaran yang kuat. Di beberapa warung, ayam ini disajikan dengan plecing kangkung dan sambal beberuk terong.

2. Plecing Kangkung: Kesegaran yang Menyeimbangkan Pedas

Plecing Kangkung adalah pendamping setia Ayam Taliwang. Tapi jangan salah, hidangan ini juga layak berdiri sendiri sebagai menu utama. Kangkung rebus yang masih renyah disiram sambal plecing: campuran cabai, tomat, terasi, dan perasan jeruk limau. Bedanya dengan plecing dari daerah lain, sambal plecing Lombok cenderung lebih kasar dan pedasnya lebih frontal.

Kuncinya ada pada pemilihan kangkung. Warga lokal biasanya memilih kangkung air yang batangnya lebih besar dan renyah. Setelah direbus sebentar (jangan sampai terlalu layu), kangkung langsung disiram sambal segar. Ditambah taburan kacang tanah goreng dan perasan jeruk nipis, hidangan ini menjadi penyelamat di tengah teriknya siang Lombok.

3. Sate Rembiga: Sate Babi Khas Lombok yang Legendaris

Meskipun mayoritas penduduk Lombok Muslim, Sate Rembiga tetap eksis sebagai kuliner warisan Tionghoa-Sasak. Sate ini menggunakan daging babi yang dimarinasi dengan bumbu khas: kecap manis, cabai, bawang putih, dan jahe. Proses pembakarannya unik—daging dibakar di atas bara api kelapa hingga keluar lemak dan aroma asap yang khas.

Teksturnya kenyal, bukan alot. Bumbunya meresap sampai ke dalam serat daging. Sate Rembiga biasanya disajikan dengan lontong dan sambal kecap pedas. Tempat paling terkenal untuk mencobanya ada di kawasan Cakranegara, Mataram. Tapi ingat, karena bahan dasarnya babi, pastikan kamu datang ke warung yang tepat jika ingin mencoba.

4. Ares: Sup Batang Pisang yang Unik

Ares adalah bukti bahwa masyarakat NTB tidak menyia-nyiakan bagian tanaman apa pun. Hidangan ini menggunakan batang pisang muda (gedebog) yang masih lunak, dipotong kecil-kecil, lalu dimasak dalam kuah santan berbumbu kunyit, lengkuas, dan cabai. Hasilnya adalah sup dengan tekstur renyah namun lembut, mirip rebung tapi lebih ringan.

Ares sering disajikan sebagai lauk pendamping nasi atau dimakan langsung sebagai sayur. Rasanya gurih dengan sedikit rasa manis alami dari batang pisang. Di Sumbawa, Ares kadang ditambahkan dengan ikan asin atau teri untuk menambah cita rasa. Cocok untuk kamu yang ingin merasakan sesuatu yang benar-benar berbeda dari kuliner Indonesia pada umumnya.

5. Se’i (Sei) Sapi: Daging Asap Khas Sumbawa

Se’i Sapi mungkin lebih dikenal sebagai kuliner NTT, tapi versi Sumbawa juga punya penggemar setia. Daging sapi segar diasapi dengan kayu kesambi atau kayu bakar lokal selama berjam-jam hingga kering dan beraroma kuat. Proses pengasapan ini tidak hanya mengawetkan daging, tetapi juga memberikan rasa smoky yang khas.

Se’i Sapi biasanya diiris tipis lalu digoreng sebentar dengan bumbu bawang putih dan cabai. Disajikan dengan nasi hangat dan sambal lu’at (sambal tomat mentah khas Sumbawa). Dagingnya kenyal, tidak terlalu kering, dengan aroma asap yang langsung tercium begitu hidangan diletakkan di meja. Cocok untuk pecinta daging asap yang ingin variasi selain dari Amerika atau Eropa.

6. Jajan Jaje: Camilan Manis Khas Lombok

Jaje adalah istilah umum untuk jajanan pasar di Lombok. Ada banyak jenis, tapi yang paling populer adalah Jaje Tujak (ketan hitam dengan parutan kelapa) dan Jaje Bantal (kue beras isi unti kelapa). Jaje Tujak biasanya disajikan dengan taburan gula merah cair dan kelapa parut—manis, legit, dan mengenyangkan.

Jaje Bantal berbentuk lonjong seperti bantal, dibungkus daun pisang, dan dikukus. Isinya campuran kelapa parut dan gula aren. Teksturnya lembut dan aromanya harum. Kamu bisa menemukan jaje ini di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Kebon Roek di Ampenan atau Pasar Cakranegara. Harganya sangat terjangkau, cocok untuk oleh-oleh ringan.

7. Bolu Kukus Talam: Kue Basah yang Lembut

Bolu Kukus Talam adalah kue tradisional yang sering muncul di acara-acara adat Sasak. Berbeda dengan bolu kukus biasa, kue ini memiliki lapisan bawah yang padat dan lapisan atas yang lebih lembut. Bahan dasarnya tepung beras, santan, dan gula, dengan pewarna alami dari daun suji atau pandan.

Rasanya manis dan gurih, dengan tekstur yang kenyal di bagian bawah dan lembut di atas. Bolu Kukus Talam sering dijual di pasar-pasar tradisional dan menjadi teman minum kopi atau teh di sore hari. Jika kamu berkunjung ke Lombok, coba cari di toko oleh-oleh dekat Bandara Internasional Lombok—beberapa sudah dikemas modern untuk dibawa pulang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah semua kuliner NTB pedas?
Tidak semua. Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, dan Se’i Sapi memang pedas. Tapi Ares, Jaje Tujak, dan Bolu Kukus Talam cenderung gurih atau manis. Kamu tetap bisa menikmati NTB meski tidak doyan pedas.

2. Di mana tempat terbaik mencoba kuliner NTB?
Pasar tradisional seperti Pasar Kebon Roek di Ampenan atau Pasar Cakranegara di Mataram adalah tempat paling autentik. Untuk Ayam Taliwang, cari warung di sepanjang jalan menuju Senggigi atau di pusat Kota Mataram.

3. Apakah ada kuliner NTB yang cocok untuk vegetarian?
Ada. Plecing Kangkung dan Ares adalah pilihan vegetarian. Pastikan sambal plecing tidak menggunakan terasi jika kamu vegan ketat, karena terasi terbuat dari udang.

4. Berapa kisaran harga kuliner NTB?
Harga bervariasi tergantung lokasi dan jenis hidangan. Di warung sederhana, seporsi Ayam Taliwang bisa mulai dari angka puluhan ribu. Di restoran besar, harganya lebih tinggi. Sebaiknya cek langsung ke tempatnya untuk harga terkini.

5. Apa oleh-oleh kuliner NTB yang paling awet?
Se’i Sapi asap dan Bolu Kukus Talam kemasan bisa bertahan beberapa hari. Jaje Tujak sebaiknya dimakan dalam 1-2 hari karena bahan dasarnya ketan dan kelapa segar.

Kuliner NTB bukan cuma soal rasa pedas yang membakar lidah. Di balik setiap hidangan, ada cerita tentang tanah yang subur, laut yang kaya, dan masyarakat yang kreatif mengolah bahan seadanya. Mulai dari Ayam Taliwang yang ikonik hingga Ares yang unik, semuanya layak masuk daftar wajib coba saat kamu menginjakkan kaki di Lombok atau Sumbawa. Jangan lupa cek jam operasional warung tujuan sebelum berangkat—beberapa tempat buka hanya pada jam tertentu, terutama di pasar tradisional.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks