MATARAM — Sebanyak ratusan mahasiswa asal Bima dan Dompu yang tengah menempuh pendidikan di Pulau Lombok menghadiri pelantikan pengurus GAKADA BIDOM periode 2026–2031. Acara yang berlangsung di Aula Museum NTB itu juga dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi NTB, unsur TNI-Polri, dan tokoh adat.
Prosesi pelantikan dipimpin oleh Assoc. Prof. Junaidin, M.Pd. Kepengurusan baru diketuai oleh Arif Kurniadin, dengan Adnan sebagai Sekretaris dan Muhmud sebagai Bendahara. Mereka resmi menjabat untuk lima tahun ke depan.
Falsafah Maja Labo Dahu Jadi Fondasi Moral
Dalam pidato perdananya, Ketua Umum Arif Kurniadin menegaskan komitmen organisasi untuk menjadikan falsafah Maja Labo Dahu sebagai landasan moral. Nilai yang berarti “malu dan takut” itu, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai semboyan budaya.
“Rasa malu untuk berbuat tercela di hadapan sesama manusia dan rasa takut kepada Tuhan harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku setiap anggota,” ujar Arif. Ia berharap hal ini mampu menjaga integritas dan nama baik masyarakat Bima-Dompu di tanah rantau.
Prinsip Nggahi Rawi Pahu: Ucapan dan Tindakan Harus Selaras
Arif Kurniadin menambahkan, kepengurusan baru akan mengedepankan prinsip Nggahi Rawi Pahu, yaitu keselarasan antara ucapan dan tindakan. Organisasi, kata dia, akan fokus pada program yang memberikan manfaat nyata, bukan sekadar wacana.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton atau berhenti pada tataran wacana. Kami ingin setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat dan daerah,” tegasnya.
Program yang direncanakan mencakup bidang sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif. GAKADA BIDOM Pulau Lombok juga menyatakan diri sebagai mitra strategis sekaligus pengawal kritis terhadap jalannya pembangunan di NTB.
Sinyal Sinergi dengan Pemerintah dan TNI-Polri
Kehadiran perwakilan Pemprov NTB, Korem 162/Wira Bhakti, dan Polda NTB dalam acara pelantikan dinilai sebagai sinyal positif bagi terbangunnya sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah. Melalui semangat Maja Labo Dahu dan Nggahi Rawi Pahu, GAKADA BIDOM menyatakan siap mengawal berbagai kebijakan pembangunan secara konstruktif.
“Aspirasi masyarakat akan disampaikan dengan menjunjung tinggi etika, dan komitmen organisasi akan dibuktikan melalui kerja nyata demi mendorong kemajuan NTB,” pungkas Arif Kurniadin.