Najamudin menyampaikan klarifikasi tersebut saat kunjungan kerja di SMP Negeri 1 Kuripan, Rabu (15/7). Ia menjelaskan bahwa penurunan sebanyak 1.024 anak atau 13,32 persen tersebut merupakan hasil kerja verifikasi dan validasi (verval) di lapangan yang dilakukan secara intensif.
“Perlu kami luruskan bahwa angka 7.689 anak tidak sekolah yang beredar merupakan data tahun 2024. Jika melihat perkembangan terbaru per 14 Juli 2026, jumlah tersebut telah diturunkan menjadi 6.665 anak,” ujarnya.
Bukan Sekadar Arsip: Data Diverifikasi hingga ke Anak yang Pindah Sekolah
Pemerintah daerah tidak berhenti pada angka statistik. Najamudin menekankan bahwa setiap data ATS ditindaklanjuti dengan pendataan langsung ke lapangan. Tim Dinas Pendidikan bersama pihak terkait memverifikasi kondisi riil setiap anak—apakah sudah kembali bersekolah, pindah satuan pendidikan, atau membutuhkan pendampingan khusus.
“Data tersebut tidak hanya menjadi arsip statistik. Kami menindaklanjutinya bersama pihak terkait melalui proses verifikasi dan validasi di lapangan,” jelas Najamudin.
Hasil verval itu menjadi dasar intervensi. Salah satu contoh nyata, seorang anak yang sebelumnya tercatat sebagai ATS kini telah diterima di SMP Negeri 1 Kuripan dan akan mengikuti pembelajaran sebagai siswa kelas IX.
Kemendikdasmen Catat 7.349 Anak, Pemkab Turunkan Lewat Beasiswa dan Sekolah Rakyat
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Juni 2026 mencatat jumlah anak tidak sekolah di Lombok Barat sebanyak 7.349 anak. Data tersebut kemudian diserahkan ke pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat mengidentifikasi sejumlah faktor penyebab anak putus sekolah, mulai dari kendala geografis hingga faktor ekonomi. Penanganan dilakukan melalui program beasiswa dan Sekolah Rakyat.
Hasilnya, per 14 Juli 2026, angka ATS berhasil ditekan menjadi 6.665 anak. Penurunan ini menunjukkan komitmen Pemkab Lombok Barat di bawah kepemimpinan Bupati LAZ dan Wakil Bupati UNA dalam memastikan hak pendidikan kembali diperoleh setiap anak di wilayah itu.