MATARAM — Ribuan warga, nasabah, komunitas lari, dan jajaran pemerintah daerah memadati rute RIMO RUN yang melintasi sejumlah jalan utama Kota Mataram. Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin menyebut antusiasme peserta membuktikan kedekatan bank dengan masyarakat setelah lebih dari enam dekade melayani NTB.
Hadiah Utama Motor hingga Kulkas untuk Peserta
Selain berolahraga, setiap peserta berkesempatan memenangkan undian berhadiah. Panitia menyediakan sepeda motor, televisi, lemari es, dan berbagai hadiah menarik lainnya sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah menjadi bagian dari ekosistem Bank NTB Syariah.
Bukan Sekadar Lari, Ini Strategi Digitalisasi Bank Daerah
Nazaruddin menegaskan RIMO RUN bukan sekadar kegiatan seremonial. Ajang ini menjadi bagian dari strategi memperkenalkan aplikasi Rinjani Mobile (RIMO) yang merupakan penyempurnaan layanan digital Bank NTB Syariah sejak 2011. "Perjalanan panjang ini bukan hanya tentang pencapaian masa lalu, tetapi juga kesiapan menghadapi tantangan masa depan melalui transformasi yang berkelanjutan," ujar Nazaruddin dalam sambutannya.
Usia 62 Tahun, Tema "We Are Ready for a Long Journey"
Tema HUT ke-62 tahun ini, "We Are Ready for a Long Journey", mencerminkan kesiapan bank melanjutkan transformasi. Menurut Nazaruddin, usia 62 tahun menjadi simbol kematangan sekaligus komitmen untuk terus berkembang sebagai lembaga keuangan syariah yang modern, terpercaya, dan berkelanjutan.
2025 Jadi Tahun Penuh Tantangan, dari Cost of Fund hingga Serangan Siber
Sepanjang 2025, Bank NTB Syariah menghadapi sejumlah tekanan. Mulai dari biaya dana (cost of fund), kualitas pembiayaan produktif, hingga gangguan layanan akibat insiden siber. Namun, seluruh tantangan itu dijadikan pelajaran untuk memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta kualitas layanan kepada masyarakat.
Transformasi Digital: Pojok NTBS hingga KUR Rp 40 Miliar
Sejak 2025 hingga pertengahan 2026, bank mempercepat transformasi digital. Program Pojok NTBS di pasar tradisional, penyaluran kembali Kredit Usaha Rakyat (KUR) Nasional sebesar Rp 40 miliar, penguatan layanan bagi UMKM dan pekerja migran, serta perluasan ekosistem pembayaran digital di sektor pariwisata menjadi prioritas. Di internal, penguatan tata kelola, efisiensi operasional, dan peningkatan keamanan siber terus dilakukan.
Hasil Mulai Terlihat: Cost of Fund Turun ke 3,57 Persen
Hingga April 2026, bank berhasil menekan biaya operasional secara signifikan. Rasio cost of fund turun menjadi 3,57 persen dan kualitas pembiayaan produktif membaik. Hasil penilaian mandiri yang telah direviu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2025 menempatkan Bank NTB Syariah pada predikat Tingkat Kesehatan Bank (TKB) Komposit 2 atau berstatus sehat.
Zero Tolerance terhadap Fraud, Puluhan Sanksi Dijatuhkan
Manajemen menegaskan komitmen menjaga integritas. Sepanjang 2025 hingga 2026, puluhan sanksi dijatuhkan kepada pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin maupun penyimpangan. Kebijakan zero tolerance terhadap fraud diterapkan ketat. Pengawasan layanan diperkuat melalui program Duty Officer, Mystery Shopper, dan Customer Feedback.
"Predikat sehat yang telah diraih menjadi modal penting bagi Bank NTB Syariah untuk terus tumbuh, memperkuat inovasi digital, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat NTB," tandas Nazaruddin.