GERUNG — Antusiasme pedagang Pasar Gerung melonjak drastis saat Dinas Perdagangan Lombok Barat menggelar pelayanan tera ulang dacin dan timbangan gantung secara gratis. Program yang berlangsung sejak Senin (29/6/2026) ini menjadi angin segar bagi para pedagang yang selama ini harus merogoh kocek sendiri untuk menguji keakuratan timbangan mereka.
Pada hari pertama, sebanyak 87 pedagang tercatat telah dilayani. Jumlah itu melonjak menjadi 103 pedagang di hari kedua, Selasa (30/6/2026). Kepala Bidang Metrologi Disdag Lobar, Zaenal Mitaqin, menargetkan total 450 pedagang di Pasar Gerung bisa menjangkau layanan ini hingga Rabu (1/7/2026).
Biaya Teknisi Ditanggung APBD 2026
Kebijakan ini merupakan perubahan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Kepala Pasar Gerung, Ginti Dwi Sasmito, mengungkapkan bahwa biasanya biaya pengujian dibebankan kepada pedagang. Kini, honor empat orang petugas teknisi sebesar Rp2 juta per bulan dianggarkan melalui APBD Lombok Barat.
“Pedagang sangat senang dengan pelayanan gratis ini, karena mereka mengaku terbantu, tidak mengeluarkan biaya,” ujar Ginti.
Menjaga Takaran, Melindungi Pembeli dan Pedagang
Zaenal Mitaqin menegaskan tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar menggratiskan biaya, melainkan memastikan keadilan di pasar. Timbangan yang akurat melindungi konsumen dari kecurangan takaran sekaligus menjaga reputasi pedagang dari tuduhan mengurangi timbangan.
“Tujuannya untuk menjamin pedagang dan konsumen tidak dirugikan,” kata Zaenal.
Tera ulang timbangan sejatinya dilakukan setiap tahun. Namun, dengan adanya anggaran dari APBD tahun ini, seluruh proses pengujian dan perbaikan ringan menjadi tanggungan pemerintah daerah.
Lima Pasar Besar Jadi Sasaran, Target 8.000 Dacin
Pelayanan gratis ini tidak berhenti di Pasar Gerung. Disdag Lobar telah menyusun jadwal berkelanjutan ke pasar-pasar besar lain: Gunungsari, Pasar Kediri, Narmada, dan Keru. Setelah itu, petugas akan menyasar pasar-pasar kecil di seluruh Lombok Barat.
Total target tera ulang tahun ini mencapai 8.000 dacin milik pedagang. Dengan sambutan luar biasa di Pasar Gerung, Kepala Pasar menargetkan program ini bisa menjangkau setidaknya 300 pedagang di lokasi pertama saja.
Langkah Pemkab Lombok Barat ini menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan fiskal daerah bisa berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Tanpa biaya tambahan, pedagang bisa memastikan alat timbangnya akurat, dan konsumen pun berbelanja dengan lebih tenang.