Pencarian

HP ZGX Fury GB300: Workstation AI dengan 784GB Memori dan Kemampuan Triliunan Parameter

Sabtu, 06 Juni 2026 • 17:17:01 WIB
HP ZGX Fury GB300: Workstation AI dengan 784GB Memori dan Kemampuan Triliunan Parameter
HP ZGX Fury GB300 hadir sebagai workstation AI dengan memori 784GB dan kemampuan inferensi satu triliun parameter secara lokal.

NUSA TENGGARA BARAT — HP resmi merilis ZGX Fury GB300, workstation AI paling bertenaga yang pernah dibuat perusahaan, di sela-sela Computex 2026 yang berlangsung di Taipei. Perangkat ini merupakan hasil kolaborasi dengan Nvidia dan memanfaatkan superchip Grace Blackwell Ultra GB300, menawarkan kemampuan inferensi hingga satu triliun parameter secara lokal — capaian yang sebelumnya hanya mungkin dilakukan oleh perangkat kelas pusat data.

Spesifikasi Utama: Memori 784GB dan 20 Petaflops FP4

ZGX Fury GB300 hadir dengan konfigurasi memori koheren hingga 784GB, memungkinkan pemrosesan model AI raksasa tanpa perlu membagi data ke server eksternal. Dari sisi komputasi, perangkat ini mampu mencapai 20 petaflops pada presisi FP4, cukup untuk fine-tuning model dengan miliaran parameter.

  • Prosesor: Nvidia GB300 Grace Blackwell Ultra Desktop Superchip
  • Memori: Hingga 784GB unified memory
  • Komputasi: 20 petaflops FP4
  • Sistem Operasi: Windows (dikonfirmasi akan didukung penuh)

Fitur Unggulan: Komputasi Lokal Setara Pusat Data

Keunggulan utama ZGX Fury GB300 terletak pada kemampuannya menjalankan inferensi model AI berskala besar tanpa koneksi cloud. Ini menjadi solusi bagi perusahaan yang ingin menjaga kerahasiaan data sensitif atau beroperasi di lingkungan dengan konektivitas terbatas.

“Over 70% enterprise PCs run Windows, and our customers have asked for AI supercomputing power that can seamlessly integrate into their existing environments,” ujar Jim Nottingham, SVP and Division President, Advanced Compute and Solutions, HP Inc., dalam pernyataan resmi.

Workstation ini juga dilengkapi solusi networking enterprise khusus yang dirancang untuk integrasi langsung ke infrastruktur TI perusahaan yang sudah ada.

Harga & Ketersediaan: Mulai Rp1,5 Miliar?

HP belum mengumumkan harga resmi ZGX Fury GB300. Namun, melihat harga Nvidia DGX Station yang menjadi basis perangkat ini, banderolnya diperkirakan tidak murah. Beberapa reseller menawarkan konfigurasi mid-range DGX Station di angka USD 94.000 (sekitar Rp1,55 miliar), sementara varian tertingginya mendekati USD 200.000 (sekitar Rp3,3 miliar).

ZGX Fury GB300 dijadwalkan rilis bersamaan dengan Nvidia DGX Station pada kuartal IV 2026. HP akan bergabung dengan mitra lain seperti Dell, MSI, ASUS, dan Supermicro dalam peluncuran tersebut.

Fakta Singkat

  • Perangkat pertama HP yang menggunakan Nvidia GB300 superchip untuk desktop
  • Mampu menangani model AI dengan 1 triliun parameter secara lokal
  • Target pengguna: enterprise, pengembang AI, dan power user
  • Kompatibel dengan ekosistem Windows untuk kemudahan integrasi

Posisi Dibanding Kompetitor

ZGX Fury GB300 berada di segmen yang sama dengan Dell Pro Max GB300 dan workstation berbasis DGX Station lainnya. Perbedaan utama ada pada dukungan penuh Windows yang dijanjikan HP — berbeda dengan beberapa solusi AI kelas atas yang lebih banyak berjalan di Linux. Bagi perusahaan yang sudah mengadopsi ekosistem Windows secara luas, ini menjadi nilai tambah signifikan.

Di sisi lain, Nvidia juga menawarkan DGX Spark yang lebih terjangkau, meski dengan kemampuan komputasi yang jauh di bawah ZGX Fury GB300. DGX Spark lebih cocok untuk pengembang individu atau tim kecil, sementara ZGX Fury GB300 ditujukan untuk beban kerja enterprise skala besar.

Workstation ini bukan untuk konsumen biasa. HP menyasar pengembang AI profesional, peneliti, dan perusahaan yang membutuhkan infrastruktur AI lokal dengan performa setara pusat data. Jika budget bukan masalah dan privasi data menjadi prioritas, ZGX Fury GB300 bisa menjadi pilihan paling masuk akal di pasaran saat dirilis nanti.

Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks