NUSA TENGGARA BARAT — Pemerintah melalui Bakom menegaskan bahwa kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri saat ini hanya mencakup satu negara, yakni Prancis. M. Qodari menyatakan sejak awal tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah yang menyebutkan agenda ke Italia.
"Pertama, sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia," ujar Qodari dalam konferensi pers, Minggu (31/5).
Ia menjelaskan bahwa spekulasi yang beredar di media sosial tidak memiliki dasar pada jadwal resmi kenegaraan. Selama belum ada pengumuman dari kanal resmi pemerintah, maka informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Jadwal Resmi dan Batasan Rencana Perjalanan
Qodari merinci tiga poin penting terkait kunjungan presiden. Pertama, agenda resmi hanya ke Prancis. Kedua, jika ada wacana menambahkan negara lain dalam perjalanan, hal itu masih bersifat rencana awal.
"Ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," tuturnya.
Pernyataan ini menjadi klarifikasi resmi pertama setelah beredar unggahan di media sosial yang mengklaim Presiden Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Italia usai bertemu Presiden Macron. Pemerintah meminta publik untuk merujuk pada keterangan resmi lembaga negara.
Hasil Kunjungan ke Prancis: Kerja Sama Pertahanan hingga Energi
Dalam kesempatan yang sama, Qodari membeberkan beberapa capaian dari pertemuan bilateral di Paris. Kunjungan kerja tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan di bidang strategis.
- Pertahanan: Kerja sama militer dan alih teknologi menjadi salah satu poin utama yang dibahas kedua negara.
- Pendidikan: Fokus pada pengembangan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) bagi sumber daya manusia Indonesia.
- Energi dan Mineral: Termasuk pemanfaatan sumber daya alam dan transisi energi antara Indonesia dan Prancis.
Pemerintah belum merilis detail lebih lanjut mengenai nilai investasi atau jangka waktu implementasi kerja sama tersebut. Qodari hanya menyebutkan bahwa hasil pertemuan akan ditindaklanjuti oleh kementerian teknis terkait.
Spekulasi vs Fakta di Lapangan
Isu kunjungan ke Italia muncul tanpa sumber resmi dan langsung menyebar di platform X dan Facebook. Beberapa akun mengklaim Presiden Prabowo akan bertemu dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni untuk membahas kerja sama maritim.
Namun, Qodari menegaskan bahwa tidak ada undangan resmi atau agenda diplomatik yang diterima pemerintah untuk rencana tersebut. "Jadwal resmi memang hanya ke Perancis," ujarnya mengulangi pernyataan sebelumnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak memiliki pijakan dari sumber primer. Seluruh agenda kenegaraan, menurut Qodari, akan selalu dikomunikasikan melalui kanal resmi Bakom atau Sekretariat Presiden.