Pencarian

Energi Surya AS Kalahkan Batubara dan Angin pada Mei 2026, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

Sabtu, 25 Juli 2026 • 14:25:31 WIB
Energi Surya AS Kalahkan Batubara dan Angin pada Mei 2026, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

NUSA TENGGARA BARAT — EIA memproyeksikan kapasitas penyimpanan energi baterai skala utilitas akan bertambah 23.241,1 MW hingga Juni 2027 – lonjakan hampir 48% menjadi total 72.002 MW. Bagi pemilik mobil listrik, tambahan baterai ini berarti grid listrik lebih siap menyerap fluktuasi suplai surya dan angin, sehingga risiko pemadaman saat pengisian daya di jam sibuk bisa ditekan.

Dalam 12 bulan terakhir (Juni 2025–Mei 2026), kapasitas baterai utilitas AS telah tumbuh 16.551,8 MW. Bersama dengan tambahan 44.711,8 MW dari semua sumber energi terbarukan, total kapasitas bersih energi bersih yang terpasang meningkat drastis. Sementara itu, kapasitas batubara menyusut 2.235,6 MW dan nuklir turun 27,6 MW, hanya gas alam yang masih naik 6.289 MW.

Solar dan Angin Tumbuh Lebih Cepat, Target 83 GW Baru pada 2027

Dalam periode yang sama, tenaga surya skala utilitas menambah kapasitas 27.995,1 MW, sementara surya atap (skala kecil) bertambah 6.664,3 MW dan angin 10.252,6 MW. EIA memperkirakan dalam setahun ke depan (hingga Mei 2027), utilitas solar akan menambah lagi 43.971,9 MW dan angin 9.414,4 MW. Total kapasitas energi terbarukan skala utilitas diproyeksikan naik dari 34,1% menjadi 37,0% dari total kapasitas pembangkit AS.

Jika ditambah proyeksi pertumbuhan surya atap sekitar 6.000 MW, total kapasitas energi terbarukan AS bisa mencapai sekitar 542.096 MW pada Juni 2027 – melampaui kapasitas gas alam yang diperkirakan 514.845 MW. Artinya, dalam waktu satu tahun lagi, sumber energi terbarukan akan menjadi tulang punggung listrik AS, menggusur gas alam dari posisi teratas.

Dampak Langsung bagi Pemilik Mobil Listrik: Tarif Lebih Murah dan Pasokan Lebih Hijau

Pertumbuhan solar dan angin yang masif menekan biaya produksi listrik. Di beberapa negara bagian AS, tarif listrik untuk pengisian kendaraan listrik sudah turun 10–15% dalam setahun terakhir. Ditambah dengan kapasitas baterai penyimpanan yang makin besar, grid bisa menyimpan kelebihan energi surya siang hari untuk digunakan pada malam hari saat mobil listrik banyak diisi daya.

  • Potensi penghematan: Dengan beralih ke listrik dari surya+angin, pemilik EV bisa mengisi baterai dengan emisi karbon hampir nol dan biaya per kWh lebih rendah daripada listrik dari batubara.
  • Stabilitas grid: Penambahan baterai penyimpanan 48% membuat fluktuasi pasokan surya dan angin tidak lagi menjadi masalah besar bagi keandalan SPKLU.

“Meskipun banyak hambatan yang didirikan pemerintahan Trump, pertumbuhan solar, angin, dan penyimpanan baterai justru semakin cepat,” kata Ken Bossong, direktur eksekutif SUN Day Campaign. “Ini membuktikan bahwa ide yang waktunya telah tiba tidak bisa dihentikan.”

Bagi pembaca di Indonesia, tren ini menjadi gambaran masa depan ekosistem kendaraan listrik global. Ketika AS – salah satu pasar otomotif terbesar – berhasil menggeser batubara dengan surya, infrastruktur pengisian EV di sana akan semakin matang. Ini juga menjadi sinyal bagi negara lain, termasuk Indonesia, untuk mempercepat transisi energi di sektor transportasi.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks