NUSA TENGGARA BARAT — Seorang wisatawan asal Malaysia, Siti Nuraini Binti Rusidi (39), meninggal dunia saat menyelam di perairan Crystal Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Insiden terjadi pada Rabu (16/9) siang setelah korban terpisah dari rombongan dan sempat kehabisan oksigen di bawah air. Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Bali Mandara, sementara polisi masih mendalami penyebab pasti kematian.
Crystal Bay selama ini dikenal sebagai salah satu titik penyelaman favorit di Nusa Penida. Perairannya memang menyimpan daya tarik manta dan karang, tapi juga arus bawah yang bisa berubah cepat. Insiden yang menimpa Siti Nuraini Binti Rusidi menjadi pengingat bahwa keindahan bawah laut Nusa Penida datang dengan risiko yang nyata.
Kronologi Kejadian di Dua Titik Penyelaman
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, membenarkan insiden tersebut. Korban diketahui menginap di Dive Concepts Lembongan, Desa Jungutbatu.
"Benar, korban merupakan WNA asal Malaysia dan saat ini jenazahnya telah dievakuasi ke RSUD Bali Mandara untuk penanganan lebih lanjut," ujar Iptu Dewa Alit saat dikonfirmasi.
Peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 Wita. Korban berangkat bersama pemandu Eugenius Francisco Ray, kapten kapal Richard Pontoh, dan sejumlah wisatawan lain untuk menyelam di dua lokasi. Titik pertama adalah Manta Bay.
Sebelum turun ke air, pemandu sempat melihat korban batuk-batuk dan menanyakan kondisi kesehatannya. Korban menyatakan masih sanggup, dan penyelaman pertama berjalan lancar. Rombongan lalu bergerak ke Crystal Bay sekitar pukul 11.00 Wita.
Arus Kencang dan Korban Terpisah dari Rombongan
Di titik kedua, korban sempat ditawari menunggu di atas perahu. Ia memilih tetap ikut menyelam. Menurut Dewa Alit, rombongan menghadapi arus cukup kencang di Crystal Bay.
"Saat di Crystal Bay, mereka sempat menghadapi arus yang cukup kencang. Pemandu sempat mengamankan situasi sebelum akhirnya korban terpisah dan terlihat bergabung dengan rombongan pemandu lain," jelasnya.
Saksi mata bernama Wando Salone melihat korban memberikan isyarat kehabisan oksigen dan tampak panik hingga melepaskan alat pernapasannya. Pemandu langsung memberikan bantuan oksigen dan membawa korban ke permukaan menuju perahu.
Setibanya di atas perahu, kapten dan pemandu melihat korban mengeluarkan busa dari hidung dan mulutnya. Korban masih menunjukkan sedikit respons saat itu. Kapten kapal segera membawa korban menuju Dive Concepts Lembongan untuk dirujuk ke Klinik Nusa Medika. Dalam perjalanan, nyawanya tidak tertolong.
Penyebab Pasti Masih Diselidiki
Tim medis Klinik Nusa Medika menduga korban mengalami henti napas. Namun penyebab pasti kematian belum bisa dipastikan.
"Berdasarkan keterangan dari tim medis Klinik Nusa Medika, korban diduga kuat mengalami henti napas, namun penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan lebih lanjut," imbuh Dewa Alit.
Jenazah diberangkatkan dari Pelabuhan Syahbandar Jungutbatu menuju Pelabuhan Sanur pada pukul 17.00 Wita, lalu dibawa ke Rumah Sakit Bali Mandara. Unit Reskrim Polsek Nusa Penida masih menangani kasus ini.
"Sampai hari ini penanganan kejadian masih dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Nusa Penida. Salah satu yang kami dalami adalah penyebab pasti kematian," ujar Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, Kamis (17/9/2026).
Kesuma menyebut timnya telah memeriksa tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi. Pemandu diving, kapten kapal, dan rekan korban di lokasi sudah dimintai keterangan.
"Sejauh ini belum ada surat permintaan autopsi dari keluarga ke Polsek Nusa Penida," pungkasnya.
Catatan untuk Wisatawan yang Ingin Diving di Nusa Penida
Crystal Bay dan Manta Bay termasuk lokasi penyelaman yang ramai dikunjungi wisatawan, baik pemula maupun berpengalaman. Arus di perairan Nusa Penida bisa berubah cepat mengikuti kondisi bulan dan musim. Wisatawan disarankan jujur soal kondisi kesehatan kepada pemandu, termasuk keluhan ringan seperti batuk.
Jika merasa tidak fit atau ragu, tidak ada salahnya memilih menunggu di perahu. Informasi terkini soal kondisi arus dan keselamatan penyelaman dapat dikonfirmasi ke operator diving atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.