Pencarian

Wagub NTB Buka Jamnas APWI IV, 170 Karya Inovasi Widyaiswara Dipamerkan di Mataram

Minggu, 20 September 2026 • 10:31:31 WIB
Wagub NTB Buka Jamnas APWI IV, 170 Karya Inovasi Widyaiswara Dipamerkan di Mataram

MATARAM — Ketua Umum DPP APWI Sugihardjo membuka rangkaian Jambore Nasional APWI IV Tahun 2026 di Lombok Garden Hotel, Mataram. Acara diawali penampilan Tari Tembolak Beak sebagai persembahan penyambutan peserta dari berbagai penjuru Nusantara.

Forum bertaraf nasional ini berlangsung pada 19–21 September 2026. Selain menjadi ajang silaturahmi para pengajar aparatur, Jamnas digelar untuk mendorong hasil pemikiran dan praktik baik pembelajaran aparatur agar terwujud dalam perubahan nyata di tubuh birokrasi.

170 Karya Inovasi dari 114 Peserta

Partisipasi peserta tercatat sebanyak 114 orang yang membawa 170 karya inovasi. Sebanyak 63 peserta hadir secara luring dengan 99 karya, sementara 52 peserta mengikuti secara daring dan menyumbang 71 karya.

Kegiatan ini juga didahului Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional Widyaiswara. Dari 101 artikel yang masuk, 98 naskah ilmiah dinyatakan lolos.

Widyaiswara Diminta Jadi Katalisator Inovasi

Dalam sambutannya, Sugihardjo menyoroti pergeseran peran widyaiswara di tengah pesatnya digitalisasi dan tingginya tuntutan publik. Menurutnya, widyaiswara tidak boleh lagi sekadar menjalankan fungsi pengajaran konvensional.

"Widyaiswara harus menjadi agen pembelajar dan katalisator inovasi yang mampu mentransformasi kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN)," ujar Sugihardjo saat memaparkan tema mengenai penggerak inovasi menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan Wagub NTB: Bawa Pulang Gagasan dan Praktik Baiknya

Pesan transformasi birokrasi kembali ditegaskan dalam jamuan Gala Dinner pada Sabtu malam. Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menyatakan peran penyelenggaraan Jamnas melampaui posisi NTB sebagai tuan rumah.

NTB bermaksud menyediakan ruang kolaborasi untuk bertukar gagasan dan memperkuat jejaring antarwilayah. Indah, yang akrab disapa Umi Dinda, menyebut kecepatan kerja pemerintah di era digital harus tetap berjalan seiring integritas, nilai kemanusiaan, dan keberpihakan pada masyarakat.

Di titik itu, peran strategis widyaiswara dinilai penting untuk membimbing ASN agar lebih adaptif terhadap dinamika zaman. Penguatan kualitas SDM aparatur disebut menjadi pilar utama pembangunan daerah karena pemerintah membutuhkan ASN yang adaptif dan kolaboratif.

"Bawa pulang gagasannya, bawa pulang praktik baiknya, bawa pulang jejaringnya, dan yang paling penting, bawa pulang semangat untuk melakukan perubahan," tutur Indah.

Keberhasilan pertemuan ini, menurut penyelenggara, tidak diukur dari megahnya perhelatan atau banyaknya karya yang terkumpul. Ukurannya adalah sejauh mana gagasan yang lahir di NTB dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah masing-masing.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: globalfmlombok.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks