Pencarian

1.249 Warga NTB Bekerja di Arab Saudi, Disnakertrans Pastikan Situasi Masih Aman di Tengah Konflik Houthi

Jumat, 18 September 2026 • 10:32:01 WIB
1.249 Warga NTB Bekerja di Arab Saudi, Disnakertrans Pastikan Situasi Masih Aman di Tengah Konflik Houthi

MATARAM — Konflik antara kelompok Houthi Yaman dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang memanas sejak awal September lalu belum mengganggu aktivitas warga Nusa Tenggara Barat di negara tersebut. Disnakertrans NTB mendata 1.249 WNI asal NTB yang bekerja di Arab Saudi, dengan penempatan tersebar di sejumlah wilayah.

Kepala Disnakertrans NTB, Aidy Furqan, menyatakan data tersebut telah disesuaikan berdasarkan nama dan alamat penempatan masing-masing migran. Pendataan itu mencakup periode 1 Januari hingga 16 September 2026.

"Penempatan PMI Kawasan Timur Tengah khusus Negara Saudi Arabia Periode 1 Januari 2026-16 September 2026 update by name dan address sebanyak 1.249," ujar Aidy, Kamis (17/9/2026).

Ancaman Houthi dan Respons Pemerintah Indonesia

Kelompok penguasa Yaman Houthi sempat melayangkan ancaman untuk menyerang Mekkah, kota suci umat Islam. Meski demikian, Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan permintaan pengamanan khusus bagi WNI di Arab Saudi.

Aidy menilai konflik tersebut belum berdampak signifikan bagi NTB. Aktivitas ibadah umrah di Tanah Suci, menurutnya, masih berlangsung seperti biasa.

"Nah, infonya kan aman-aman saja ini," ucap Aidy menanggapi video terkini dari salah satu pendamping umrah asal Mataram.

Peringatan Singkat di Ponsel, Jemaah Umrah Tetap Beribadah

Pendamping jemaah umrah dari Safina Travel Haji dan Umrah NTB, Lalu Sahid, menyebut Pemerintah Arab Saudi sempat mengirimkan peringatan melalui telepon seluler yang terhubung dengan jaringan di negara itu. Peringatan tersebut hanya berlangsung singkat.

Setelah peringatan berlalu, kondisi kembali normal dan kegiatan jemaah umrah tetap berjalan. Hal serupa disampaikan jemaah asal NTB yang kini berada di Madinah, Lalu Wahidin.

"Situasi di Madinah masih aman terkendali. Kegiatan ibadah masih berlangsung aman," kata Lalu Wahidin.

Penerbangan Normal, AMPHURI Tunggu Arahan Resmi Pemerintah

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Bali Nusra, Zamroni, mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan situasi di Arab Saudi. Dalam beberapa hari terakhir, peringatan keamanan memang diterima melalui telepon seluler di sejumlah wilayah.

Sejauh ini, kondisi tersebut belum berdampak terhadap penerbangan maupun jadwal perjalanan jemaah umrah. "Penerbangan masih normal," ujar Zamroni.

Penyelenggara perjalanan umrah masih menunggu arahan resmi dari pemerintah. Belum ada informasi dari Kementerian Haji dan Umrah maupun Kementerian Luar Negeri terkait perubahan jadwal pemberangkatan jemaah.

"Belum ada informasi resmi. Jadi proses pemberangkatan masih tetap berjalan normal seperti biasa," tambahnya.

Zamroni menyatakan tetap memantau perkembangan keamanan, termasuk kondisi penerbangan. Jika situasi berdampak terhadap penerbangan sipil, keputusan mengenai operasional bandara menjadi kewenangan otoritas penerbangan Arab Saudi.

"Kalau memang membahayakan penerbangan sipil, pasti akan ada pengumuman resmi," pungkasnya.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: globalfmlombok.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks