Pencarian

Kemenhaj Dorong Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan dan Penerbangan Langsung

Rabu, 09 September 2026 • 15:16:31 WIB
Kemenhaj Dorong Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan dan Penerbangan Langsung
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf dan pejabat Uzbekistan membahas paket umrah yang dipadukan dengan kunjungan ke Samarkand dan Bukhara.

NUSA TENGGARA BARAT — Kedekatan spiritual antara Indonesia dan Uzbekistan bukan sekadar narasi diplomatik. Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menyebut Imam Bukhari sebagai guru spiritual bagi banyak orang di Indonesia, sementara di Bukhara terdapat makam Imam Bahauddin An-Naqsyabandi yang juga lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Pertemuan di Tashkent itu menjadi titik tolak untuk menerjemahkan kedekatan tersebut ke dalam paket perjalanan yang lebih nyata.

Umrah Plus Uzbekistan: Paket yang Ditawarkan ke Jemaah

Menhaj menawarkan paket umrah yang dipadukan dengan kunjungan ke Uzbekistan. Menurutnya, wisata religi tidak sekadar kunjungan ke situs sejarah, tetapi juga pengalaman spiritual dan pendalaman tradisi keilmuan Islam.

Ia mencontohkan tradisi pesantren di Indonesia yang setiap Ramadan mengkhatamkan Shahih Bukhari. "Akan menarik jika sebagian kegiatan itu dilakukan di sini," katanya. "Umrah plus Uzbekistan merupakan tawaran yang menarik bagi jemaah umrah."

Samarkand dan Bukhara: Dua Kota yang Jadi Fokus Kunjungan

Kunjungan Menhaj ke Uzbekistan sebelumnya mencakup Samarkand dan Bukhara. Pada 5 September 2026, ia menghadiri peluncuran Hotel Hadith di Samarkand yang bertepatan dengan tanggal kedatangan Presiden Soekarno pada 1956. Sekitar 70 tahun lalu, pemimpin pertama Indonesia itu tercatat pernah mengunjungi Samarkand.

Ketua Komite Pariwisata Uzbekistan Abdulaziz Akkulov menilai pertemuan itu memiliki makna simbolis. Acara bertepatan dengan satu tahun pelantikan Menhaj sekaligus lahirnya Kementerian Haji dan Umrah RI. "Pertemuan ini sengaja dilakukan setelah kunjungan ke Samarkand dan Bukhara untuk mendapatkan masukan dari Menteri Haji dan Umrah," ujarnya.

Penerbangan Langsung: Syarat Utama Pengembangan Wisata Religi

Pengembangan wisata religi harus didukung konektivitas transportasi yang memadai. Kedua negara akan melanjutkan pembahasan pembukaan penerbangan langsung. Hal ini menjadi kunci untuk menarik lebih banyak wisatawan Indonesia ke Uzbekistan.

"Kita perlu meningkatkan hubungan dan kerja sama dua negara ini. Saya juga bertemu dengan gubernur, pengusaha Indonesia, dan pengusaha Uzbekistan yang ingin berusaha di Indonesia. Semoga hal ini dapat terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama," tegas Menhaj.

Peluang bagi Traveler Muslim Indonesia

Bagi traveler Muslim Indonesia, wacana ini membuka opsi perjalanan baru yang menggabungkan ibadah umrah dengan eksplorasi sejarah peradaban Islam di Asia Tengah. Uzbekistan memiliki situs-situs bersejarah yang selama ini lebih banyak dikunjungi wisatawan Eropa dan Asia Timur.

Rencana ini masih dalam tahap pembahasan. Informasi terkini mengenai jadwal penerbangan langsung dan paket wisata dapat dikonfirmasi melalui Kementerian Haji dan Umrah RI atau Komite Pariwisata Uzbekistan.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks