PRAYA — Penutupan rute penerbangan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok menuju Bandara Soetta masih berlanjut hingga Senin (7/9). General Manager PT Angkasa Pura Indonesia BIZAM, Aidhil Philip Julian, menyebut total 16 penerbangan dibatalkan pada hari itu, semuanya dari maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Super Air Jet, Pelita Air, dan TransNusa.
Jumlah penumpang yang terdampak mencapai hampir 2.000 orang. Sehari sebelumnya, Minggu (6/9), pembatalan lebih banyak lagi dengan total 19 penerbangan reguler dan 2.263 penumpang terdampak.
BIZAM Tetap Beroperasi Normal untuk Rute Lain
Meski rute ke Jakarta lumpuh, aktivitas penerbangan dari BIZAM ke sejumlah kota lain masih normal. Rute Lombok-Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, dan beberapa destinasi di wilayah timur Indonesia tidak terpengaruh.
"Dampak yang dirasakan di BIZAM tidak seperti di bandara yang ada di radius bencana. BIZAM masih tetap beroperasi secara normal dan masih melayani penerbangan ke rute lainnya," ujar Aidhil, Senin siang.
Penutupan Murni untuk Keamanan Penerbangan
Kondisi ini disebut force major karena dipicu aktivitas alam yang tak bisa dicegah. Penghentian sementara penerbangan dari dan menuju Bandara Soetta dilakukan murni untuk keamanan, mengingat bandara tersebut merupakan hub utama yang menghubungkan hampir seluruh daerah di Indonesia.
Rute Lombok-Jakarta sendiri merupakan salah satu jadwal penerbangan paling padat di BIZAM. Saat bandara tujuan ditutup, dampaknya otomatis terasa ke bandara-bandara daerah, termasuk Lombok.
Layanan Refund dan Reschedule Disiapkan
Menanggapi pembatalan massal ini, manajemen BIZAM mengaktifkan kebijakan service recovery. Calon penumpang terdampak mendapat makanan dan minuman selama menunggu di bandara.
Petugas layanan khusus juga disiagakan untuk membantu proses pengembalian tiket maupun penjadwalan ulang penerbangan. "Calon penumpang diberikan kebebasan untuk memilih melakukan refund tiket atau reschedule penerbangan. Petugas kita hadir untuk memastikan semua penumpang terlayani dengan baik," imbuh Aidhil.
Maskapai Lain Sempat Delay Akibat Gangguan dari Jakarta
Beberapa penerbangan di rute lain juga sempat mengalami keterlambatan. Hal itu lebih disebabkan terganggunya pergerakan pesawat yang berasal dari Jakarta.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang terus memantau perkembangan informasi melalui layanan di bandara atau Contact Center AP Indonesia di nomor 172. "Kami memastikan akan terus memberikan informasi terkini kepada penumpang terkait kebijakan operasional bandara dan penerbangan," tegas Aidhil.