NUSA TENGGARA BARAT — Kabar kepindahan ini dikonfirmasi pada Minggu (16/8/2026). Aguero bukanlah mantan bintang Timnas Argentina dengan nama yang sama, melainkan pemain kelahiran Argentina yang telah dinaturalisasi menjadi warga negara Malaysia sejak 2022.
Kedatangannya menandai kembalinya pemain berpaspor Malaysia ke kompetisi Indonesia setelah Junior Eldstal membela Dewa United pada 2023 silam.
Profil Sergio Aguero: Dari Argentina ke Harimau Malaya
Aguero lahir dan besar di Argentina tanpa memiliki garis keturunan Malaysia. Proses naturalisasi yang panjang akhirnya membuahkan hasil pada 2022, dan Piala AFF 2022 menjadi panggung debutnya bersama skuad Harimau Malaya.
Sejak saat itu, ia telah mengumpulkan 22 caps di ajang resmi untuk Timnas Malaysia dan menyumbangkan dua gol. Pengalaman internasional ini menjadi nilai jual utama yang dibawa Aguero ke Stadion Batakan.
Karier Panjang di Asia Tenggara Sebelum ke PSM
Sebelum berlabuh ke Makassar, Aguero sudah malang melintang di sejumlah klub Asia Tenggara. Enam tim pernah ia perkuat di Malaysia: Melaka United, Selangor United, FA Penang, KL Rovers, Sri Pahang, dan Perak FC.
Ia juga sempat menimba pengalaman di Thailand sebelum akhirnya memutuskan mencoba peruntungan di Indonesia. Jejak karier yang panjang ini menjadi modal berharga bagi PSM yang tengah membangun skuad kompetitif.
Peran yang Diharapkan di Lini Kedua Juku Eja
Pelatih PSM Makassar kemungkinan akan memanfaatkan Aguero sebagai gelandang serang. Ia dinilai cukup cakap ketika didorong ke area yang lebih ofensif, memberikan variasi serangan dari lini kedua.
Di usianya yang kini menginjak 32 tahun, Aguero diharapkan mampu memberikan kombinasi pengalaman dan kematangan untuk menopang keseimbangan permainan tim. Fase ini biasanya menjadi masa emas bagi pemain dengan naluri menyerang.
Kehadirannya juga memperkaya opsi taktik pelatih dalam membongkar pertahanan lawan yang rapat. Kemampuan membaca permainan menjadi senjata utama yang ia andalkan.
Dampak bagi PSM di BRI Super League 2026/2027
Rekrutmen ini terbilang strategis mengingat BRI Super League 2026/2027 akan segera bergulir. PSM jelas tidak ingin mengulang musim lalu dan berambisi bersaing di papan atas klasemen.
Dengan tambahan amunisi di lini tengah, persaingan memperebutkan posisi starter dipastikan semakin ketat. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi kedalaman skuad Juku Eja.
Kontrak dua musim juga menunjukkan keseriusan manajemen dalam membangun proyek jangka panjang, bukan sekadar solusi jangka pendek.