Pencarian

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Dialog dengan Mahasiswa KKN UGM di Lombok Tengah, Soroti Bahasa Inggris hingga Kesehatan

Rabu, 29 Juli 2026 • 14:39:02 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Dialog dengan Mahasiswa KKN UGM di Lombok Tengah, Soroti Bahasa Inggris hingga Kesehatan
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berdialog dengan mahasiswa KKN UGM di Lombok Tengah, Senin (27/7).

LOMBOK TENGAH — Dialog interaktif antara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan mahasiswa KKN-PPM UGM Mahitala Mandalika berlangsung di Masjid Raudhatul Maujud, Desa Sengkol, Senin (27/7). Pertemuan ini menjadi ruang bagi mahasiswa yang telah mengabdi selama lima minggu untuk menyampaikan hasil observasi komprehensif mereka di lapangan. Hadir pula perangkat desa, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN dari UIN Mataram, Universitas Mataram, dan UNU Mataram.

Bahasa Inggris Jadi Kendala Sektor Pariwisata

Pada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Lombok Tengah, tim KKN UGM menyoroti rendahnya kemampuan bahasa Inggris pekerja lokal. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM, Dr. Ahmad Agus Setiawan, menyatakan bahwa persoalan kualitas sumber daya manusia ini menjadi fokus riset mahasiswa untuk merumuskan strategi peningkatan kapasitas yang tepat sasaran.

Adaptasi Digital UMKM Masih Terbatas

Di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa menemukan bahwa adaptasi digital masyarakat belum optimal. Penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS dan pemanfaatan media sosial untuk memperluas pasar masih sangat terbatas di kalangan pelaku UMKM setempat.

Fasilitas Kesehatan Ada, Kesadaran Masyarakat Rendah

Temuan menarik muncul di sektor kesehatan. Desa Sengkol sejatinya didukung fasilitas memadai seperti RS Mandalika, puskesmas, dan posyandu. Namun, ketersediaan itu belum diimbangi tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat. “Terdapat indikasi tingginya potensi kasus penyakit yang underdiagnosed atau belum terdeteksi akibat rendahnya inisiatif masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan secara proaktif,” jelas Agus.

Pertanian Monokultur dan Degradasi Tanah

Pemaparan tim KKN juga mencakup kondisi di Desa Sukadana. Praktik budidaya masyarakat masih didominasi sistem monokultur dengan lahan yang sebagian besar hanya ditanami jagung. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dikhawatirkan memicu degradasi kualitas tanah dalam jangka panjang.

Minat Baca dan Fasilitas Pendidikan Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Di sektor pendidikan, tim KKN menemukan motivasi belajar dan minat baca siswa yang rendah. Kondisi ini diperparah keterbatasan fasilitas dan infrastruktur penunjang pembelajaran yang di beberapa lokasi tergolong kurang layak. Selain itu, masih ada sekolah yang belum memberikan pendampingan memadai bagi siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja.

Fokus pada Pembangunan Kapasitas, Bukan Sekadar Proyek Fisik

Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit (Kormanit) Tim KKN-PPM UGM Mahitala Mandalika, Dzaki Sentanu Nuragusta, menegaskan bahwa pendekatan program kerja tidak semata-mata berorientasi pada produk fisik. “Kami berfokus pada pembangunan kapasitas masyarakat. Dengan menanamkan kesadaran, pengetahuan, serta kemampuan berinovasi, seluruh program yang telah diinisiasi diharapkan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir,” tuturnya.

Gubernur: Temuan Mahasiswa Jadi Bahan Kebijakan

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi mahasiswa UGM yang tengah menjalankan KKN di Lombok Tengah. Menurutnya, keberhasilan KKN diukur dari dampak yang ditinggalkan bagi masyarakat. “Selamat kepada teman-teman yang menjalankan KKN Lombok Tengah. Saya berharap KKN yang dilaksanakan benar-benar berdampak dan mampu mengidentifikasi permasalahan di masyarakat. Itu sudah menjadi kontribusi yang sangat berarti bagi NTB,” ungkapnya. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTB terbuka terhadap berbagai temuan dan rekomendasi mahasiswa untuk dirumuskan menjadi langkah-langkah pembangunan ke depan.

Bagikan
Sumber: ugm.ac.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks