Pencarian

Dosen UMMAT Raih Paten Mesin Ekstraksi Sari Buah Mengkudu, Dorong Hilirisasi Inovasi Pertanian di NTB

Sabtu, 18 Juli 2026 • 01:56:01 WIB
Dosen UMMAT Raih Paten Mesin Ekstraksi Sari Buah Mengkudu, Dorong Hilirisasi Inovasi Pertanian di NTB
Dosen UMMAT meraih paten untuk mesin ekstraksi sari buah mengkudu yang dirancang mempercepat proses produksi secara higienis.

MATARAM — Proses pengolahan buah mengkudu yang selama ini dilakukan secara tradisional dengan waktu lama dan standar kebersihan rendah, kini mendapat solusi teknologi. Karyanik, dosen Fakultas Pertanian UMMAT yang juga menjabat Wakil Dekan II, bersama timnya merancang mesin ekstraksi khusus yang mampu memproduksi sari buah lebih cepat, bersih, dan dalam jumlah optimal.

Mengapa Mesin Ini Dibutuhkan Petani dan UMKM?

Dalam praktik konvensional, petani dan pelaku usaha mikro kerap kesulitan menjaga kualitas sari buah mengkudu karena proses yang memakan waktu dan rentan kontaminasi. Mesin ini hadir untuk menjawab persoalan itu. “Kami berupaya menghadirkan proses ekstraksi yang lebih cepat, higienis, dan efisien, sekaligus tetap menjaga kandungan penting dalam buah mengkudu,” ujar Karyanik.

Teknologi ini juga diklaim mampu mempertahankan zat aktif dan nilai nutrisi buah. Hal itu membuka peluang pengembangan produk turunan seperti minuman kesehatan hingga bahan baku industri yang bernilai ekonomi lebih tinggi.

Riset yang Berbuah Paten dan Harapan Komersialisasi

Paten granted yang diraih merupakan bagian dari penelitian Karyanik saat menempuh pendidikan Doktor Ilmu Pertanian di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim inventor terdiri dari Karyanik, Prof. Dr. Ir. Aniek Iriany, M.P., Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., serta Ir. Iis Siti Aisyah, S.T., M.T., Ph.D., IPM.

Kepala Sentra Hak Kekayaan Intelektual UMM, Nur Putri Hidayah, menegaskan bahwa status paten menunjukkan kebaruan dan potensi terapan dari invensi tersebut. “Data pembanding dalam pemeriksaan paten bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari publikasi riset dan dokumen paten berbagai negara,” jelasnya.

Karyanik berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai dokumen kekayaan intelektual. “Potensi buah mengkudu sangat besar. Apabila didukung teknologi pengolahan yang tepat, mengkudu dapat memberikan nilai tambah bagi petani dan membuka peluang usaha baru,” tambah akademisi kelahiran Lombok Tengah itu.

Langkah Selanjutnya: Kolaborasi untuk Hilirisasi

UMMAT memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian ini. Pihak kampus menilai prestasi tersebut sejalan dengan komitmen memperkuat budaya riset dan hilirisasi hasil penelitian. Mesin Ekstraksi Sari Buah Mengkudu diharapkan bisa masuk tahap produksi dan komersialisasi melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

Dengan dukungan tersebut, teknologi tepat guna ini berpotensi memperkuat sektor pertanian lokal, meningkatkan nilai tambah komoditas khas NTB, serta mendorong kesejahteraan petani dan pelaku UMKM di daerah.

Bagikan
Sumber: ntbsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks
Pemprov NTB Percepat
Rekomendasi untuk Anda Pemprov NTB Percepat