DOMPU — Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Lereng Utara Tambora selama beberapa waktu terakhir akhirnya bisa diatasi. Balai Taman Nasional Tambora (TNT) mengonfirmasi tidak ada lagi titik panas atau kobaran api yang terpantau sejak Jumat pekan lalu.
Luas Lahan Terbakar Capai 1.956 Hektare
Kepala Balai TNT, Abdul Azis Bakry, menyebutkan luas kawasan yang terdampak mencapai 1.956 hektare. Ia memastikan angka tersebut tidak mengalami penambahan setelah api berhasil dipadamkan.
“Luas kebakaran 1.956 hektare, tidak ada penambahan,” ungkap Abdul Azis kepada Suara NTB, Minggu (12/7).
Tim Dalkarhut Ditarik, Mitigasi Tetap Jalan
Dengan terkendalinya situasi, personel dari Balai Dalkarhut Jabalnusra yang sebelumnya dikerahkan untuk memperkuat pemadaman akhirnya dipulangkan. Mereka kembali ke Mataram pada Sabtu setelah seluruh titik api dipastikan padam.
Meski begitu, Balai TNT tidak serta-merta mengendurkan pengawasan. Abdul Azis menegaskan pihaknya tetap melakukan mitigasi untuk mencegah kebakaran terulang. Upaya yang dilakukan antara lain patroli rutin dan sosialisasi ke masyarakat sekitar kawasan serta para pengunjung.
Peringatan untuk Pengunjung dan Masyarakat
Balai TNT mengimbau warga dan wisatawan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api di area hutan. Aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran juga diminta dihindari, terutama selama musim kemarau seperti sekarang.
Vegetasi yang mengering akibat minimnya curah hujan membuat kawasan hutan di lereng Tambora sangat rentan terbakar. Balai TNT berharap peran aktif semua pihak untuk mencegah munculnya kebakaran baru di kawasan taman nasional tersebut.