Pencarian

6 Wilayah di Sumbawa Masuk Zona Rawan Karhutla, Damkarmat Siagakan 4 Armada Pemadam

Selasa, 11 Agustus 2026 • 10:15:31 WIB
6 Wilayah di Sumbawa Masuk Zona Rawan Karhutla, Damkarmat Siagakan 4 Armada Pemadam
Damkarmat Sumbawa menetapkan enam wilayah rawan karhutla pada puncak musim kemarau.

SUMBAWA BESAR — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa mencatat setidaknya enam wilayah yang masuk kategori rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada puncak musim kemarau tahun ini. Keenam titik rawan itu tersebar di sejumlah kecamatan dan menjadi atensi utama untuk menekan potensi kerugian warga.

Kepala Bidang Operasi Damkarmat Kabupaten Sumbawa, Syahruddin Fachri, mengatakan pemetaan wilayah rawan ini telah dilakukan sejak awal musim kemarau. Langkah itu sekaligus menjadi dasar penyiapan personel dan armada agar respons pemadaman bisa bergerak cepat saat muncul titik api.

Lokasi Rawan Karhutla di Sumbawa: Dari Kawasan Samota hingga Moyo Hulu

Enam wilayah yang masuk kategori rawan karhutla tersebut meliputi Desa Serading, kawasan Labuhan Badas tepatnya di belakang kantor Pertamina, serta Kawasan Samota. Selain itu, wilayah Kecamatan Moyo Hulu, Semamung, dan Kecamatan Maronge juga masuk dalam daftar zona rawan.

“Ada 6 wilayah yang masuk kategori rawan Karhutla. Kami juga sudah mulai melakukan pemetaan termasuk upaya penanganan lebih lanjut jika ada kejadian,” kata Syahruddin Fachri kepada Suara NTB, Senin (10/8).

Kewenangan Terbatas: Fokus pada Lahan Dekat Pemukiman

Damkarmat menegaskan bahwa jangkauan penanganan mereka terbatas pada kebakaran lahan yang berada di dekat pemukiman masyarakat, objek vital, dan pinggir jalan. Untuk kawasan hutan lindung atau area konservasi, penanganan menjadi kewenangan Satgas Karhutla yang telah dibentuk.

“Kita hanya bisa menangani kebakaran lahan yang berada di dekat pemukiman masyarakat dan objek vital, termasuk pinggir jalan. Kalau untuk kawasan hutan itu kewenangan Satgas Karhutla yang sudah dibentuk,” ucapnya.

Upaya yang dilakukan saat ini difokuskan untuk meminimalisir api agar tidak meluas hingga masuk ke permukiman penduduk. Petugas akan memprioritaskan pemadaman di titik-titik yang berpotensi mengancam rumah warga dan fasilitas umum.

Kesiapan Armada: 4 Unit Siap Gerak ke Lokasi Kebakaran

Untuk mendukung operasi pemadaman, Damkarmat memastikan kesiapan armada yang ditempatkan di Markas Komando (Mako). Saat ini tersedia tiga unit mobil pemadam dan satu unit mobil tangki air yang siap dikerahkan ke wilayah yang membutuhkan bantuan.

“Armada kita saat ini di Mako ada 3 unit dan satu unit mobil tangki. Ketika ada kejadian, mobil ini sudah siap beroperasinya ke wilayah yang membutuhkan bantuan,” jelasnya.

Imbauan Warga: Jangan Tinggalkan Lahan yang Dibakar

Syahruddin mengimbau masyarakat yang akan membersihkan lahan dengan cara dibakar untuk tidak meninggalkan lokasi begitu saja. Aktivitas pembakaran harus tetap dalam pemantauan agar api bisa dikendalikan dan tidak merambat ke area lain.

Para pengendara sepeda motor juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan di area yang rawan kering. Kebiasaan kecil tersebut dinilai kerap menjadi pemicu utama munculnya titik api di musim kemarau.

“Kami juga mengimbau kepada pengendara sepeda motor untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Karena itu, akan menjadi pemicu terjadinya kebakaran,” tambahnya.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Sumbawa Barat telah menetapkan status siaga bencana kekeringan selama 123 hari terhitung sejak 1 Juli hingga 31 Oktober. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada pertengahan Agustus hingga pertengahan Oktober, sehingga potensi karhutla diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks