NUSA TENGGARA BARAT — Pesawat yang membawa skuad Cape Verde mendarat di Bandara Internasional Nelson Mandela pada sore hari. Begitu pintu pesawat terbuka, teriakan dan nyanyian khas Tanjung Verde langsung menggema di seluruh terminal. Para pemain yang turun satu per satu disambut dengan lautan bendera nasional berwarna biru, putih, dan merah.
Perjalanan dari bandara menuju Istana Kepresidenan di pusat kota berubah menjadi karnaval dadakan. Konvoi bus terbuka yang membawa para pemain berjalan lambat di tengah kerumunan yang meluap hingga ke pinggir jalan. Banyak pendukung yang membawa spanyol bertuliskan "Kami Bangga Padamu" dan "Sejarah Telah Tercipta".
Luar Biasa, Prestasi di Atas Ekspektasi
Penampilan Cape Verde di Piala Dunia 2026 memang menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen. Tim berjuluk Blue Sharks itu berhasil melaju hingga babak perempat final, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya. Mereka menyingkirkan beberapa tim unggulan dalam perjalanan mereka.
Pelatih kepala Cape Verde, Bubista, yang turut serta dalam konvoi, tampak terharu melihat sambutan rakyatnya. Ia beberapa kali melambaikan tangan dan memberikan hormat kepada para pendukung yang memadati rute konvoi. "Ini bukan tentang saya atau para pemain. Ini tentang seluruh bangsa yang percaya pada mimpi," ujarnya kepada awak media di sela-sela perayaan.
Dari Tim Kecil Menjadi Kebanggaan Benua
Cape Verde, negara kepulauan di lepas pantai Afrika Barat dengan populasi sekitar 500.000 jiwa, berhasil menempatkan diri di peta sepak bola dunia. Pencapaian mereka di Piala Dunia 2026 disebut-sebut sebagai salah satu kisah paling inspiratif dalam sejarah turnamen, sejajar dengan kejutan Kamerun pada 1990 atau Kosta Rika pada 2014.
Para pemain dijadwalkan untuk mengikuti resepsi kenegaraan yang digelar oleh Presiden Republik Cape Verde, Jose Maria Neves, pada Senin (6/7) pagi. Setelah itu, mereka akan diberikan cuti singkat sebelum kembali memperkuat klub masing-masing di Eropa dan Afrika.
Perayaan di Praia diperkirakan akan berlangsung hingga larut malam. Beberapa musisi lokal telah menyiapkan konser dadakan di alun-alun kota untuk memeriahkan pesta rakyat yang pertama kalinya ini.