Pencarian

Hubble Abadikan Ribuan Bintang Muda Berkilau di Awan Gas Merah LH 95, Temukan 2.500 Bintang Belum Bereaksi Fusi

Minggu, 05 Juli 2026 • 15:20:02 WIB
Hubble Abadikan Ribuan Bintang Muda Berkilau di Awan Gas Merah LH 95, Temukan 2.500 Bintang Belum Bereaksi Fusi
Teleskop Hubble menangkap ribuan bintang muda berkilau di awan gas merah LH 95.

JAKARTA — Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA kembali mengirimkan potret langit yang spektakuler. Kali ini, kamera canggihnya mengarah ke kawasan LH 95, sebuah pusat kelahiran bintang di Awan Magellan Besar. Gambar tersebut menampilkan ribuan bintang muda berwarna putih dan biru yang berkilau di tengah awan gas hidrogen merah, menciptakan pemandangan yang mengingatkan pada perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Apa Itu LH 95 dan Mengapa Penting?

LH 95 adalah wilayah pembentukan bintang yang terletak di Awan Magellan Besar, galaksi kerdil yang mengelilingi Bima Sakti. Di kawasan ini, bintang-bintang bermassa kecil hidup berdampingan dengan bintang raksasa biru bermassa besar. Cahaya ultraviolet dan angin bintang dari bintang-bintang raksasa itu membentuk serta memanaskan gas hidrogen di sekitarnya, menciptakan lingkungan yang dinamis bagi lahirnya generasi bintang baru.

2.500 Bintang Muda yang Belum "Hidup"

Para astronom menemukan sekitar 2.500 bintang muda di LH 95 yang hampir mencapai massa akhirnya. Namun, bintang-bintang itu belum memulai reaksi fusi hidrogen di inti mereka—proses yang menandai "kehidupan" sesungguhnya sebuah bintang. Pengamatan menunjukkan bahwa proses akresi atau penambahan materi pada bintang muda bisa berlangsung selama beberapa juta tahun, lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Generasi Bintang Terbentuk Bertahap

Penelitian juga mengungkap adanya beberapa generasi bintang yang terbentuk secara bertahap di kawasan LH 95. Bintang paling masif di wilayah tersebut diperkirakan memiliki massa 60 hingga 70 kali lipat Matahari, dengan usia sekitar satu juta tahun. Angka ini lebih muda dibandingkan sebagian besar bintang lain di kawasan yang sama yang berusia sekitar empat juta tahun.

Temuan ini memberikan petunjuk penting bagi para astronom untuk memahami bagaimana bintang tumbuh dan bagaimana kawasan pembentukan bintang berevolusi di alam semesta. Dengan data dari Hubble, ilmuwan bisa melacak perbedaan usia antar bintang dalam satu wilayah dan mengungkap proses yang selama ini belum teramati secara detail.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks