MATARAM — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB bersama Ditres PPA dan PPO Polda NTB menggagalkan pemberangkatan dua calon pekerja migran asal Dompu yang hendak bekerja secara nonprosedural ke UEA. Penindakan dilakukan Kamis malam, 2 Juli 2026.
Berawal dari Pengaduan Lewat Website
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan yang masuk melalui kanal pengaduan resmi BP3MI NTB pada 2 Juni 2026. Salah satu korban melaporkan modus perekrutan yang mencurigakan, sehingga tim perlindungan BP3MI langsung berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
Petugas kemudian bergerak cepat dan mengamankan kedua perempuan itu di sebuah rumah penampungan di Kelurahan Gomong, Kota Mataram. Keduanya tiba di terminal Mandalika Bertais menggunakan bus dari Dompu, lalu dijemput oleh pihak tertentu untuk dibawa ke tempat penampungan sementara.
Sponsor Asal Dompu, Masing-masing Korban Terima Rp9 Juta
Hasil pendalaman sementara menunjukkan, kedua korban direkrut oleh seorang sponsor yang berasal dari Kabupaten Dompu. Masing-masing dari mereka telah menerima uang fee sebesar Rp9 juta yang disebut sebagai biaya keberangkatan ke luar negeri.
“Mereka dijanjikan pekerjaan di UEA dengan proses cepat dan gaji tinggi. Ini modus yang sering terjadi,” ungkap Kepala BP3MI NTB, Kadir, yang memantau langsung proses penjemputan.
Dipindahkan ke Shelter Polda NTB untuk Dimintai Keterangan
Setelah diamankan, kedua korban langsung dipindahkan dari rumah penampungan ke Shelter Polda NTB. Langkah ini diambil untuk memudahkan proses pengambilan keterangan lebih lanjut oleh Unit PPA dan PPO Polda NTB.
Pemulangan ke Dompu Difasilitasi
BP3MI NTB telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dompu untuk menyiapkan proses pemulangan kedua warga tersebut ke kampung halaman mereka. “Kami pastikan mereka kembali dengan selamat dan mendapat pendampingan,” tambah Kadir.
Imbauan BP3MI: Waspadai Iming-iming Gaji Tinggi
Kadir mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran bekerja ke luar negeri yang murah, cepat, dan menjanjikan gaji besar. Ia meminta calon pekerja migran untuk selalu mengecek keabsahan dokumen, izin, dan informasi lowongan kerja ke Dinas Tenaga Kerja setempat atau langsung ke BP3MI NTB.